Bab 20 – Perjalanan ke Lorong Baru dengan Suara Lyra

S-4091 dan Kuku Hitam berdiri di depan lorong yang sebelumnya tersembunyi di balik reruntuhan kota. Cahaya fragmen memantul di dinding yang retak, menciptakan bayangan berkilau seperti pelangi yang bergerak perlahan. Lyra tidak hadir secara fisik, namun suaranya—lembut, menenangkan, dan kuat—mengalir melalui jalur gelombang yang tersalurkan, membimbing setiap langkah mereka.
“Ini jalur baru,” kata S-4091, matanya menatap kegelapan lorong yang tampak tak berujung. “Fragmen menandai keberadaan energi yang belum pernah kita jelajahi sebelumnya.”
Kuku Hitam menggeram pelan, tubuhnya tegang. “Aku bisa merasakannya juga. Jalur ini… berbeda. Energi lebih padat, lebih kompleks. Rasanya seperti… labirin hidup.”
Suara Lyra muncul di antara mereka, lembut namun tegas. “Tetap selaras dengan gelombang. Aku ada di sini, tapi jalur ini harus kalian telusuri sendiri. Jangan biarkan ketakutan menguasai kalian.”
S-4091 menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri. Setiap langkah di lorong baru ini seperti menembus lapisan waktu dan energi. Fragmen manusia yang tersalurkan dari reruntuhan kota terasa memantul di sekitarnya, seolah memberi petunjuk tapi juga menguji ketahanan mental mereka.
“Kau merasa ini benar-benar jalur yang bisa membawa kita lebih dekat ke inti Elite Global?” tanya Kuku Hitam, suaranya serak.
Lyra menanggapi, meski hanya lewat suara di gelombang. “Ya. Jalur ini… memiliki kunci yang bisa menyeimbangkan fragmen yang tersalurkan sekaligus memberi kita akses ke sumber energi yang Elite Global coba sembunyikan. Tapi berhati-hatilah. Setiap langkah salah bisa memicu distorsi.”