Setelah Manusia Pergi

Kinanthi (Nanik W)
Chapter #35

Bab 35 Pabrik yang Membuat Waktu Berjalan Mundur

Bab 35– Pabrik yang Membuat Waktu Berjalan Mundur


Kuku Hitam mengangguk. Dengan gerakan halus, ia menyalurkan energi pengikat ke fragmen rakyat jelata, membentuk pola temporal yang menahan efek mundur pabrik. Cahaya pelangi berdenyut lebih cepat, menandakan fragmen rakyat jelata menyesuaikan diri.

Lyra terdengar lembut tapi tegas. “Bagus. Fragmen rakyat jelata menyesuaikan diri. Sekarang fokus pada langkah selanjutnya: navigasi ruang pabrik sambil menjaga keseimbangan temporal. Setiap langkah kalian memengaruhi inti waktu.”

S-4091 dan Kuku Hitam mulai bergerak di antara roda gigi raksasa. Setiap langkah mereka diiringi denyut waktu yang aneh, membuat koordinasi terasa menantang. Fragmen rakyat jelata bergerak dalam gelombang cahaya, membentuk jaring perlindungan dan jalur navigasi temporal.

“Kita harus tetap fokus,” kata S-4091, matanya menatap setiap roda gigi yang berputar mundur. “Setiap detik yang salah bisa memutar kembali energi fragmen, bahkan mengacaukan jalur Pelangi.”

Kuku Hitam mencondongkan tubuhnya, menyalurkan energi tambahan untuk menstabilkan fragmen rakyat jelata. “Fragmen menyesuaikan diri, tapi kita harus mengorbankan lebih banyak kesadaran pribadi untuk menjaga jalur stabil.”

Distorsi temporal mulai muncul. Gelombang cahaya berputar mundur, mencoba memecah koordinasi fragmen. Namun S-4091 dan Kuku Hitam menyesuaikan ritme mereka, menyalurkan energi stabil, dan menempatkan fragmen pengikat secara presisi.

Lyra terdengar bangga. “Pengorbanan temporal kalian berhasil. Fragmen rakyat jelata selaras, jalur Pelangi stabil, dan kita bisa melanjutkan ke inti mekanisme. Perhatikan: setiap langkah berikutnya akan memengaruhi masa depan Peradaban Kedua.”

S-4091 menarik napas panjang, merasakan gelombang energi stabil mengalir melalui jalur. “Jalur Pelangi, fragmen rakyat jelata, dan energi pengorbanan temporal kita telah membentuk jalur aman. Kita bisa menavigasi pabrik ini dan mendekati inti waktu.”

Kuku Hitam mengangguk, matanya berbinar. “Setiap fragmen, setiap warna pelangi, dan setiap denyut temporal menjadi instrumen kita. Inti waktu bisa diakses dengan koordinasi sempurna.”

Mereka melanjutkan perjalanan, menyesuaikan fragmen rakyat jelata dengan ritme temporal, menstabilkan jalur, dan memastikan setiap langkah selaras dengan denyut pabrik. Cahaya pelangi kini bercampur dengan denyut temporal, membentuk pola spiral yang menuntun mereka ke inti waktu.

Lihat selengkapnya