Wajah Hagi beberapa hari ini, seperti kanebo, kaku, seakan lupa bagaimana caranya untuk tersenyum, bagaimana tidak, baru saja bulan lalu dia di PHK perusahaan tempat dia bekerja, dengan alasan efisiensi, dan yang lebih menyakitkan lagi, tiga bulan sebelumnya, dia di gugat cerai istrinya, alasan istrinya tak tahan dengan omongan keluarga besar Hagi, yang selalu menyudutkan sang istri, karena belum juga memiliki anak.
Kehilangan pekerjaan, dan tempat untuk berbagi cerita, kehidupan Hagi benar-benar apes, sejujurnya Hagi masih ingin mempertahankan pernikahannya, tapi dia jauh lebih sayang istrinya, dan Hagi tidak ingin istrinya hidup dalam tekanan, meskipun Hagi kerap kali membela sang istri, saat keluarga besarnya sering bertanya menikah 10 tahun, belum juga punya anak. Bukannya keturunan itu adalah rahasia Tuhan, manusia hanya bisa berusaha, sisanya urusan Tuhan.
Tapi nampaknya kesabaran sang istri sudah pada batasnya, dia memilih undur diri, dan mengatakan pada Hagi, semoga setelah perpisahan ini, Hagi bisa bertemu dengan wanita yang bisa memberikan banyak keturunan, seperti keinginan keluarga besarnya.