Setengah Muda

Hesti Ary Windiastuti
Chapter #3

Dilema

Selama perjalanan pulang tour, Hagi yang duduk bersebelahan dengan Sugi sang ayah, tak begitu banyak bicara, lantaran sang ayah, sibuk sendiri dengan ponselnya, sebenarnya Hagi ingin tidur saja sepanjang perjalanan pulang, tapi dua teman ayahnya yang duduk tepat di belakang kursinya dan sang ayah, memulai percakapan yang membuat Hagi tidak bisa tidur.

"Serius loh Hagi, ibu nggak tahu kalau kamu itu anaknya pak Sugi," ujar seorang ibu yang duduk tepat di belakang kursi Hagi sembari menepuk pundak Hagi.

"Iya, anaknya pendiam banget, kalau nggak diajak bicara, ya diam saja, coba lihat bapaknya, sibuk sama ponselnya, dari tadi berdering melulu, di kantor juga paling heboh sendiri loh ayahmu itu, ibarat kata, kalau nggak ada Sugi nggak ramai," timpal seorang ibu-ibu yang duduk di belakang kursi Sugi, bapaknya Hagi.

"Buah jatuh langsung masuk sungai bu, hanyut, jadi nggak ada yang nyangkut," ucap Hagi sembari menoleh ke belakang.

"Ada kok nyangkutnya sedikit, sama-sama ganteng dan gagah, sayang anak ibu sudah menikah semua, kalau ada yang jomblo mau ibu judohkan sama kamu, " ujar ibu yang duduk di belakang kursi Hagi.

"Memangnya ibu-ibu ini, mau punya menantu pengangguran?" Tanya Hagi, dan sejenak sunyi, kedua ibu-ibu tadi diam, saling memandang satu sama lain.

Yang dibelakang sibuk ngurusin hidup orang lain, yang disamping, sibuk sendiri, batin Hagi sembari menoleh ke arah ayahnya yang tentunya tidak menengar percakapan Hagi dan kedua teman kerjanya, karena sang ayah menggunakan earphone.

"Kalau sama keponakan ibu mau nggak," dan ternyata masih berlanjut obrolan soal perjodohan yang tadi sempat terputus, tawar ibu-ibu yang duduk dibelakang kursi Hagi.

"Keponakan ibu ini, wanita mandiri loh, cerdas, punya banyak usaha, nah itu, karena sibuk ngurus usahanya itu, dia nggak kunjung nikah sampai sekarang, dan kalau sama pengangguran, dan modelannya kayak kamu, kayaknya nggak masalah deh, karena dia sudah punya segalanya, tinggal pasangan hidup saja lagi yang belum."

"Itu kan menurut ibu, bukan keponakan ibu yang bicara langsung," ucap Hagi.

"Nah, kalau kamu mau bicara langsung, atau mau mendengar langsung apa jawaban dari keponakan ibu itu nanti, ibu kasih nomor whatsapp nya, mau nggak?" tawar si ibu lagi, dan dari pada sepanjang perjalanan Hagi di buat tidak bisa tidur, karena diajak ngobrol terus dan berujung mabuk perjalanan, meskipun dia sudah minum obat anti mabuk, Hagi akhirnya menerima tawaran si ibu, dan menyalin nomor yang diberikan ke ponselnya.

"Namanya Sakinah, panggilannya Kina, ibu berharap semoga kalian berjodoh, jadi kita bisa sering bertemu, ngobrol seperti ini, oh iya umurnya sekarang sekitar 47 tahun begitu lah, umur kamu berapa sekarang?" Tanya ibu itu lagi, Hagi terdiam sejenak, sembari menatap sejurus ke luar jendela mobil, "41 tahun bu."

Lihat selengkapnya