Blurb
Setengah tiga pagi selalu menjadi jam yang paling dibenci Arga.
Di saat kota mulai terlelap, kepalanya justru dipenuhi suara-suara yang tak pernah benar-benar pergi. Kegagalan karier, hubungan yang hancur, keluarga yang terasa semakin jauh, dan luka lama karena tak pernah dianggap, semuanya datang bersamaan seolah menagih perhatian.
Delapan bulan ke depan menjadi ujian terberat dalam hidupnya. Tidak ada pahlawan yang datang menyelamatkan, tidak ada pelukan yang mampu menghapus sesak di dadanya. Yang tersisa hanyalah sebuah kamar sempit di Jakarta, kipas angin yang berderit, semangkuk mi instan, dan tekad rapuh untuk tetap bertahan hingga matahari terbit.
Setengah Tiga Pagi adalah novel tentang kesepian yang tak terdengar, tentang seorang pemuda yang perlahan belajar menerima bahwa menjadi kuat bukan berarti tidak pernah hancur, melainkan tetap melangkah meski tak ada yang berjalan di sampingnya.