Setengah Tiga Pagi

maulana
Chapter #2

Chapter 1. Setengah Tiga Pagi

Jam di layar ponsel menunjukkan pukul 02.30.

Aku belum tidur.Bukan karena tidak mengantuk. Tubuhku sudah meminta rebah sejak beberapa jam lalu. Kelopak mata terasa berat, pundak pegal setelah bekerja seharian, dan perut hanya terisi semangkuk Pop Mie bakso dengan satu bubuk cabai serta dua saset saus ekstra pedas.

Tetapi kepalaku selalu bekerja lembur.

Kipas angin tua di sudut kamar berputar dengan suara yang tidak pernah benar-benar halus. "Nggg... nggg..." Suara itu seperti ikut mengaduk isi kepalaku setiap malam. Cat dinding yang lembap mulai mengelupas. Bau pengap bercampur dengan aroma mi instan yang masih tertinggal di udara.

Aku menatap langit-langit yang dipenuhi bercak hitam.

Delapan bulan.

Aku tidak tahu bagaimana cara melewatinya.

Orang-orang selalu berkata, "Semua akan baik-baik saja."

Kalimat itu terdengar mudah diucapkan oleh mereka yang tidak sedang menjalaninya.

Lihat selengkapnya