Dulu, waktu masih duduk di bangku sekolah, hidup rasanya enteng banget.
Aku nggak pernah kepikiran soal tuntutan. Nggak pernah mikir besok harus bayar ini, harus tanggung jawab itu. Yang kupikirin cuma gimana caranya bisa pulang cepet, main sama temen, atau nungguin notif dari gebetan.
Lucu ya.
Dulu notif yang paling bikin deg-degan itu cuma, "Udah makan belum?" dari cinta monyet.
Sekarang yang muncul malah SMS pinjol ilegal sialan itu .
Hidup emang suka bercanda, tapi bercandanya kelewatan.
"Tangi! Jam piro iki?"
Suara ibu langsung nembus pintu kamar.
"Ndang mangkat sekolah! Awas aja nek bolos meneh!"
Aku masih mager di kasur. Sprei yang semalam basah kena Liur bikin bercak gede kayak pulau. Kipas angin muter pelan, anginnya nggak sampai, suaranya doang yang berisik.
"Iya, Ma... limang menit maneh... ngko sik..."
Jawabku sambil ngecap bibir. Mata masih setengah merem.
"Nggak ada ngko-ngkoan. Saiki!"
Terdengar suara piring beradu dari dapur.