Seven Days

ken fauzy
Chapter #12

Bab 12

Luna masuk ke kamarnya, meletakkan tas slempang itu begitu saja di pojok kamarnya.

Kemudian duduk di depan meja riasnya, memandangi wajahnya dan berkata sendiri. Bodoh! Kenapa setuju sih sama tawaran adiknya itu, mau aja dikenalin, kalau udah gini kan nolaknya ga enak, rutuknya. Luna teringat saat adiknya akan berangkat ke luar negeri.

“Eh Kak, sepulang dari San Fransisco, aku mau bawa partner bisnisku nih ke rumah, mau aku kenalin sama Kakak, siapa tahu cocok,” kata adiknya nyengir. “Kamu tu ga kapok ya…udah tahu Kak paling ga suka dijodoh – jodohin!” jawab Luna .

“Ini bukan dijodohin ih Kak, cuma ngenalin…” kelit adiknya.

“Yang dulu kamu kenalin udah Kak tolak, orangnya aneh---“

“Iye yang dulu aku salah pilih…yang ini engga deh, suer.”

“Huffhhh, iya iya, awas aja kalau ngenalin sama yang ga bener lagi!”

“Wah ya enggalah, tenang yang ini sudah lolos kualifikasi dan lolos fit and proper test deh,” sahut adiknya, “Ya aku kasihan aja lihat Kakak jadi jomblo ngenes gitu…” ledek adiknya. “Eh sembarangan, aku jomblo tapi ga ngenes – ngenes banget, sialan lu!” timpal Luna sembari melempar bantal. Adiknya lari menghindar dengan tertawa – tawa.

Apa memang aku sampai se-desparate itu ya, se-ngenes itukah sampai adiknya terus - terusan mencarikan kenalan untuknya? Pfuuuuhh, enggalah, si Ryan aja nih yang ga ada kerjaan, jodoh – jodohin kakaknya, cetus Luna dalam hatinya

Luna bangkit dari depan meja riasnya setelah mendengar kedatangan suara adiknya di luar kamar, ia menyabet handuk dan bergegas ke dalam kamar mandi. Ok, ia akan lakukan ini sebatas berkenalan dan menghargai atas apa yang telah dilakukan adiknya.

Lihat selengkapnya