Seven Days

ken fauzy
Chapter #14

Bab 14

Mamah memperhatikan putrinya yang sedang serius membaca di halaman belakang.

“Sudah siap untuk ujian sidang bulan depan Luna?” tanya mamah. Luna menurunkan buku skripsinya, menatap dan mengangguk pada mamah lalu membenamkan kepalanya kembali membaca. Mamah duduk di sebelah Luna.

“Gimana sama kepalamu, masih pusing?”

Luna menurunkan buku skripsinya lagi dan menggeleng.

“Sudah lebih baik, kadang hanya pening kalau…“ Luna tidak melanjutkan.

Mamah menatap Luna, “Kalau apa?”

“Ga, ga apa – apa Mah”

“Kalau apa Luna, jangan bikin Mamah penasaran deh.”

Luna nyengir, “Kalau…ada kelebatan – kelebatan gambaran di pikiran Luna, yang Luna tidak tahu, ini gambaran soal apa, di mana, sama siapa…”

Mamah tercenung sebentar, terbersit untuk menjelaskan akan gambaran – gambaran itu, tapi mamah menangguhkan, lalu melanjutkan, “Gimana sama Pedro?”

Luna sedikit terkejut, “Sekarang Mamah, kemarin – kemarin Ryan, ini ada apa ya pada nanya soal Pedro?”

Mamah tersenyum tidak menanggapi kalimat Luna tersebut, ia hanya terus memandangi Luna menunggu jawabannya. “Pedro, gimana, gimana ya…kesan pertamanya sih baik…tapi kalau yang Mamah tanyakan adalah bagaimana perasaanku terhadap Pedro, ya belum terasa apa – apalah, kita baru kenal, aku belum tahu banyak soal dia…”

“Itu dia yang Mamah mau ingatkan sama kamu Luna.”

 “Ingatkan gimana Mah?”

Mamah mengusap jemari putrinya. “Luna, tidak ada yang memaksamu akan hal ini---“ Luna menarik tubuhnya bersandar dan berkata menyela kalimat mamahnya, “Tapi sepertinya Papah agak memaksa ya, sepertinya beliau semangat banget dengan perkenalan ini…” Mamah menggeleng, “Papah hanya ingin yang terbaik buat kamu…tapi tetap, kamu bisa menentukan pilihanmu sendiri.”

“Dari yang Luna lihat engga…”

“Ya, ya, Papah memang suka begitu, tapi kalau dijelaskan beliau juga mau mengerti.”

Luna manggut – manggut.

“Jadi Luna, sseperti yang Mamah bilang tadi, Mamah ingin mengingatkan kamu, bila memang kamu belum sreg dengan Pedro, kamu tidak harus menerimanya hanya karena tak enak sama adikmu atau Papahmu.”

“Luna memang ga suka dijodohin Mah.”

“Mamah yakin, kamu anak perempuan Mamah yang memiliki prinsip, tapi saran Mamah, kamu jangan memberi Pedro harapan lebih ya, karena Mamah bisa melihat tatapan mata Pedro yang menyukaimu, dia itu berharap padamu.”

Lihat selengkapnya