Shadow of Treachery

Ang.Rose
Chapter #29

THE CONTACT

Hari hujan, petir berulang kali Chian benar-benar bosan berada didalam ruangan setiap hari, tapi mau tidak mau mereka sedang bersembunyi, walaupun mereka bisa saja keluar sesekali namun hal itu cukup riskan.

Wajah Venice sudah diperkirakan menggunakan AI, meskipun terkadang dia keluar dengan menggunakan penyamaran tetap saja, mereka kenal dengan beberapa orang yang bisa membuka seluruh kamera yang tersambung dengan internet dan menggunakannya untuk melacak wajah seseorang asalkan mereka punya struktur wajahnya.

Terkesan seperti di film-film memang atau seperti sebuah karya fiksi yang tidak mungkin terjadi namun nyatanya hal itu terjadi, dan memang ada dan bahkan sedang di develop menjadi lebih sempurna.

Tak ada lagi tempat aman, tak ada lagi yang namanya privasi, tak perlu jadi hacker untuk mengulik data pribadi seseorang, tak perlu menjadi orang yang bekerja dalam keamanan siber untuk bisa menembus komputer atau ponsel pribadi seseorang.

Karena itu, Venice sejak dulu membuat Open Unity dengan menanamkan nilai untuk menjadi ketertiban, mereka tahu bahwa data kependudukan Indonesia sudah tersebar di dark web, sistem keamanan mereka gampang untuk di tembus, buzzer dimana-mana, doxing juga mulai dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Ketika hacker memiliki prinsipnya masing-masing mereka punya pendirian mereka sendiri ada yang memang ingin berbuat jahat ada yang ingin berbuat baik semua tergantung prinsip mereka masing-masing.

Sedangkan Venice, Venice termasuk orang yang berada dibagian abu-abu, dia menjaga stabilitas keamanan Indonesia, tapi satu sisi dia melakukan itu untuk dapat apa yang dia inginkan, jadi memang tidak ada yang 100% baik disini.

Semua punya tujuan dan keinginannya masing-masing. Chian berdiri ingin mengambil kopi, yang dia lihat adalah adegan dimana Toka dan Venice sedang berpelukan.

“Ah, mau marah kaya apa juga, balik-balik juga kan lo Tok,” gumam Chian lalu kembali menutup kamarnya.

Tidak mungkin orang tidak tahu, dan tidak mungkin juga Venice tidak tahu kalau Toka secara sadar melakukan sesuatu yang tidak dilakukan teman lainnya.

“Mau gimana lagi kalau udah kecintaan mah, susah.”

Ya Toka entah sejak kapan menyukai Venice, hanya saja yang terlihat oleh Chian adalah setahun kebelakang ini, Toka sudah berani untuk menunjukkannya lewat perbuatan. Bahkan mulai dari setahun yang lalu dia mulai berani memeluk Venice ketika hujan tiba.

“Ah bingung juga dikasih tahu, ya dia udah tahu, gak dikasih tahu kasian.”

Ya, sulit berada di situasi seperti ini memang apalagi orang sepertinya.

Tring~!

Sebuah pemberitahuan muncul dari chat box yang biasa dia gunakan bersama dengan anggota Open Unity yang lain, memang chat box ini bisa diakses oleh semua orang tapi mendapatkan ID anggota Open Unity bukanlah hal yang mudah.


Intrigue:

gue kasih waktu 5 menit, bilang ke Venice, 

Chandra kesayangan kalian kontak,

pengen ngomong sesuatu nih.


“Gimana ceritanya si Chandra?” ujar Chian kesal lalu keluar dengan berlari sambil membawa laptop. Mohon maap Tok tapi gue ganggu dulu kemesraan lo berdua.

Chian menyerahkan laptop itu kepada Venice. “Chandra kontak gue, Vence.”

“Kenapa tiba-tiba? Ada apa?” Venice pun bingung sambil mengambil melihat kembali chat box itu.

“Menurut lo ini bait mereka bukan?” tanya Toka.

“We never know until we make contact with them.”

“Jadi?” tanya Chian.

Venice hanya menganggukan kepalanya.

Chian: 

ngomong apaan? Gak puas lo udah gerebek kantor gue,

dan akhirnya bikin gue ngancurin server?


Intrigue: 

eh jangan dipikir kalian doang yang pinter ya?

Gue tahu lo bakar server tapi ada jejak kalau kalian

berhasil upload sistem kalian ke tempat lain,

apalagi semua data kalian berhasil di upload ke satelit.


Chian:

mau ngapain lo?


Intrigue:

ya mau ngapain? Gue juga gak akan bisa akses tempat

penyimpanan tanpa ID dan password dari kalian.

Semua yang ada di markas itu cuma relay,

tempat penyimpanan sementara.


Chian: 

Bukti?


Intrigue:

orang kaya kalian, ninggalin jejak? 

Gak mungkin lah, kocak. 

Tapi gue bisa buktiin kalau kalian akses CCTV kota 

waktu penggerebekan terjadi.


Lihat selengkapnya