Shadow of Treachery

Ang.Rose
Chapter #30

ALL OF A SUDDEN

Jam 12 tiba. Chian menyalakan 6 layar dan memutar berita di 6 stasiun TV berbeda. Baik Chian, Toka dan Venice tidak ada yang tidur, Sagi sempat pergi terlebih dahulu untuk melapor masuk sambil mencari tahu apa yang terjadi, dan setelahnya dia kembali pergi ke markas Open Unity.

“Mereka mau ngapain sih sebenernya?” Chian tak sabar melihat berita, dan juga layar chat box secara bergantian.

Sudah hampir jam 12 namun tidak ada pergerakan apapun.

“Lo apa gak sebenernya ini mereka mau ngapain?” Toka menatap Sagi yang sedang duduk sambil melihat ponsel.

Sagi tak menjawab dia menatap layar ponselnya seakan terkejut dengan apa yang dia baca, Venice yang baru mau duduk setelah mengambil kopi, melihat Sagi yang panik dan menatapnya, dia pun mengambil ponsel itu lalu melihat apa yang ada disana.

Tak lama, berita TV nasional semuanya melakukan breaking news.

“Selamat siang pemirsa, Bank IN beserta beberapa bank lainnya, digeledah oleh KPK dengan kasus dugaan penggelapan dana dari pinjaman fiktif dengan menggunakan data secara illegal, praktik ini diduga sudah berjalan sejak setahun yang lalu, pada Bank IN total dana yang hilang sudah mencapai 30T. KPK bekerja sama dengan BPK untuk menyelidiki aliran dana mencurigakan. Surat penggeledahan dikeluarkan pagi ini dan langsung dilakukan penggeledahan serta penangkapan pada masing-masing Direktur Utama. Berikut Konferensi Pers yang dilakukan di gedung KPK siang ini.”

“Ini yang mereka maksud?” Chian bertanya-tanya karena baginya hal ini masih belum masuk di akalnya, ya dia tahu hubungan Junaidi dengan Bank IN dan Bank IN dulunya milik siapa tapi apa yang terjadi hari ini tidak semerta-merta membuatnya mengerti.

Apa rencana TRP sebenarnya.

“Lo dapet pesen apaan?” tanya Toka.

“Ambush on Bank IN. KPK,” ucap Sagi sambil menyadarkan kepalanya. “Asli gue gak tahu apa-apa sumpah, waktu gue sempet ketemu Andre dia gak ngomong apa-apa. Sumpah gue gak tahu soal ini.”

Tayangan di TV beralih ke gedung KPK dimana Tama muncul sebagai penyidik utama dalam kasus ini.

“Terima kasih kepada rekan-rekan media semua yang sudah menyempatkan hadir, saya akan memaparkan apa yang terjadi pada penggeledahan hari ini. Melansir laporan dari seseorang pada akhir tahun kemarin, kami mendapatkan informasi bahwa ada penggelapan dana sebanyak 30T di sebuah bank, secara acak, ada melalui investasi, saham, pinjaman kredit fiktif dan skema lainnya. Laporan ini kami sampaikan ke BPK untuk membantu dalam penyelidikan agar kami mendapatkan kepastian apakah, hal ini benar atau tidak. Dalam proses tersebut kami menemukan ada beberapa Bank yang memenuhi kriteria kami, yang tidak akan kami sebutkan kriterianya karena masih dalam proses penyelidikan. Menyambung pesan dari BPK dan juga Presiden masyarakat dihimbau untuk tidak panik dan tidak gegabah dalam melikuidasi aset, baik itu tabungan, deposito, obligasi dan saham, tidak perlu menjual aset juga. Hal ini telah diketahui dan sudah dalam proses penyelidikan, sekali lagi masyrakat tidak perlu panik, kami akan memastikan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”

Tama terlampau tenang dan bijaksana, sebagai orang yang pernah memukul seorang tersangka dia sangat-sangat tenang dalam menyampaikan pemaparan awal. Namun ada sesuatu yang mengganggu Sagi.

“Kenapa Putra disana?” Sagi hanya bergumam pada dirinya sendiri namun karena Venice ada di dekatnya dia pun mendengar hal itu.

“Putra yang profiler? Yang mana orangnya?”

Kali ini giliran Sagi yang terkejut, ketika dia bahkan tahu Kean, Andre dan Reigha tapi dia tidak tahu tentang Putra. “Lo gak tahu Putra yang mana?”

Lihat selengkapnya