Shadow of Treachery

Ang.Rose
Chapter #36

THE HEAT

Toka masuk ke dalam rumah, seminggu yang lalu dia hanya melihat rumah ini dari kejauhan, rumah tempat dimana Venice menjalani masa kecilnya selama beberapa bulan, rumah yang membuat Venice rela untuk melakukan apa saja demi membalas budi dan membalaskan dendam kedua kakak beradik ini.

Seminggu dia memantau Franz dan Fiona secara bergantian kedua orang ini seakan tidak memiliki dendam apapun kepada orang yang melakukan kejahatan kepada keluarga mereka. Franz bahkan memilih untuk keluar dari Kepolisian ketika tahu dia diikuti dan mungkin ketika dia sadar, laporan kecelakaan orang tuanya banyak di sensor.

Meskipun dia bisa saja sebenarnya bisa saja tetap di kepolisian untuk menggali lebih dalam, namun dia memilih untuk keluar dan mereka memiliki teman-teman yang cukup handal, bagi Toka dia tidak pernah menyangkah bahwa ternyata Franz memiliki koneksi dengan KPK apalagi TRP.

Toka melihat layar TV mereka sedang menganalisa CCTV di kantor polisi saat kematian Junaidi. Itu artinya mereka mengetahui hal ini pada waktu yang hampir bersamaan, dan kemungkinan salah satu dari mereka ada juga yang memiliki koneksi yang sama dengannya, karena hasil ini tidak mungkin diketahui begitu saja.

“I never thought your investigation would come to the end,” ucap Toka sambil melihat Franz.

Namun Franz terlihat biasa saja bahkan seperti berkata apa maksudnya.

“Maksud lo apa?”

Toka terdiam, dugaannya benar, itu artinya bukan Franz yang tahu tentang Kania berarti orang lain, Roy pun yang menjadi musuh bebuyutan Chian pun terlihat bingung, itu artinya seseorang dari TRP yang tahu hal ini.

“Maksud lo apa?” tanya Franz sekali lagi.

“Bentar, tunggu dulu,” Andre memotong Franz sambil menatap Sagi disampingnya. “Wen, lo ngapain disini?”

“Ada sesuatu sama Vivi?” pikiran Franz kini teralihkan, dia kini lebih memikirkan ada apa dengan kedatangan mereka berdua ke rumah ini yang pastinya menyangkut tentang Venice.

“Lo tadi nanya siapa yang ngikutin lo selama seminggu kemarin dan itu gue, alasan gue kesini sekarang,” Toka berhenti bicara sebentar lalu menghela nafasnya. “I prefer you to sit down for this one, please.”

“You bench me?” tanya Franz dengan nada yang kesal.

“Bukan itu maksud gue, gimana gue jelasinnya ya,” Toka menggaruk kepalanya karena bingung harus menjelaskan dari mana, karena ini bisa panjang jika dia harus menjelaskan dari awal sedangkan situasi saat ini cukup darurat.

“Franz, dia itu Dharma Aditya salah satu Founder dari Dharma Cyber Security Service, yang dipakai juga sama kepolisian sebagai pelapis kedua,” ujar Putra.

Toka terkejut bahwa ada yang mengenalinya, Andre dan Reigha terkesan tidak mengetahui apa-apa tentangnya dan seperti tidak peduli, dia tidak pernah muncul di publik ataupun di perusahaan, kalau pun muncul dia seperti biasa hanya akan masuk lewat pintu belakang dan hanya beberapa orang yang tahu, itu artinya informan yang tahu tentang masalah ini adalah dia, Putra.

“Jadi dia yang namanya Toka?” tanya Andre.

Putra hanya mengangguk memberikan tanda konfirmasi padanya.

“Wait!” seru seseorang di ujung ruangan. “Lo, Toka? Gatotkaca second leader of Open Unity? Orang yang pegang data elektronik seluruh penduduk Indonesia, bisa buat KTP dan Paspor palsu? Lo orangnya?”

Toka bisa memastikan bahwa Roy yang akan bereaksi seperti itu karena memang sebelum masuk ke Open Unity dia sudah di cari oleh Intel dan Polisi Siber sejak lama karena kebiasaannya memalsukan KTP dan membeli data penduduk yang diambil oleh Hacker tak bertanggung jawab lalu menyimpannya sendiri.

“Hmm, bisa dulu anggap itu rumor gak? Gue gak bisa bikin paspor palsu beneran, ada yang pake nama gue untuk buka bisnis paspor palsu. Kalian juga gak mungkin nangkep gue dengan kondisi begini.”

Lihat selengkapnya