Toka mematikan panggilan tersebut, lalu menatap Franz yang sedang melihatnya menunggu jawaban. Toka tahu bahwa dia tidak pernah memiliki kesempatan, kedua orang ini seperti magnet yang saling tarik-menarik bukan tolak-menolak. Mereka berdua tahu kapan harus ikut campur dalam kehidupan masing-masing.
Dan kali ini Franz akan memaksa untuk masuk ke dalam kehidupan Venice untuk memastikan keselamatannya dan bahkan kelangsungan Open Unity kedepannya. Ucapan terakhir temannya mengatakan bahwa banyak yang ingin membunuhnya, ini semua karena lokasi Venice sudah terkonfirmasi oleh dirinya sendiri.
Open Unity juga tidak sebersih itu, mereka memiliki musuh walaupun memang 90% dari musuh mereka adalah musuh Venice.
“Gue udah tahu lokasinya dimana,” ucap Toka.
“Udah ketemu?” tanya Reigha dari lantai 2.
Toka mengangguk. “Di gudang yang ada di selatan, jaraknya 35 menit kalau gak macet.”
“Oke, pack it up guys, we’re going now.”
“Tok, lo ikut mobil gue, Roy lo ikut TRP.”
“Mobil lo ancur, lo mau pake apa?”
Franz mengadahkan tangannya pada Roy. Roy menghela nafas dan memberikan kunci mobil dinasnya pada Franz. “Kalau ancur awas ya.”
“Minta reimbus sama Reigha, ini operasi TRP. Gue sama Toka orang sipil.”
“Mobil gue penuh,” jawab Reigha sambil memakai jaketnya.
“Sama gue bisa kok,” ucap Wendi sambil memperlihatkan kunci mobilnya.
“Oke, fine.”
Mereka semua masuk ke mobil masing-masing, seperti yang sudah dikatakan Franz, kini Toka duduk di mobil dinas Roy bersama dengan Franz yang sedang menyetir, sebelum masuk mobil masing-masing Toka sudah memberikan koordinat posisi gudang tersebut, jadi mereka hanya perlu mengikuti navigasi yang sudah ada.
Toka tahu alasan Franz menyuruhnya untuk duduk di mobil ini berdua dengannya tak lain dan tak bukan karena ingin bicara tentang Venice, apalagi jika bukan itu yang diinginkan olehya.
Sebagai seseorang yang tumbuh dan masih peduli pada Venice, Franz pasti memiliki banyak pertanyaan dikepalanya. Toka punya pilihan untuk tetap diam dan tak perlu memulai pembicaraan, tapi sepertinya, keheningan ini membunuh dirinya sendiri.
“Lo gak mau nanya apa-apa ke gue?” tanya Toka.