Shadow of Treachery

Ang.Rose
Chapter #44

A TOTAL MISTAKEN

Bagi Vivi duduk di sebuah ruang interogasi menjadi sebuah hal yang nostalgia untuknya, ketika umurnya 14 tahun dia duduk di ruangan seperti ini di kementerian lalu kini diumurnya yang hampir 34 tahun dia kembali duduk di ruangan seperti ini.

Menunggu, sesuatu akan terjadi, tapi jika dulu dia tidak bisa menemukan jawaban atas apa yang dia tunggu, kini dia tahu apa yang akan terjadi, dia sudah memperkirakan semuanya, sudah menyadari resikonya dan mengerti apa yang akan terjadi setelah ini.

Hukuman yang akan menimpanya sudah pasti lebih dari 10 tahun, melihat dua orang itu harus menanggung beban berat menontonya di balik jeruji besi selama 10 tahun tidaklah berguna, semua orang harus menjalani kehidupan mereka kedepan dan tidak lagi terjebak pada dendam dan masa lalu.

Setidaknya itulah yang dia ingat dari perbincangan dia bersama dengan Franz tadi malam.

Pintu ruangan interogasi terbuka, muncul seorang laki-laki paruh baya dengan gaya casualnya, dia duduk di kursi di depan Vivi lalu tersenyum.

“Lama tidak berjumpa, Viviane.”

“Lama tidak berjumpa, bapak yang terhormat.”

Vivi tahu, jika semua orang mendengar pembicaraan mereka kali ini, sudah pasti mereka akan terkejut mendengar ini semua, mengapa mereka berdua bicara seakan mereka pernah bertemu sebelumnya, mengapa Vivi tidak canggung berada di hadapannya dan mengapa Presiden seakan mengerti sifat orang yang ada di depannya.

“Aku tidak percaya ternyata The Reincarnate benar-benar berjalan,” ucap Presiden sambil bersandar di punggung kursi.

“Bukannya, The Reincarnate mati bersama dengan The Code? Karena itu kalian bisa tahu kalau akulah yang mengakses arsip negara.”

“Ya, kondisinya waktu itu cukup chaos, The Code terbukti bunuh diri.”

“Bunuh diri? Dengan pemberat di sekujur tubuhnya? Dia ditemukan di sungai kan? Dalam 8 bulan? Pemberatnya putus? Aku tidak percaya. Sejauh mana anda memanipulasi semua ini?”

“Saya tidak memanipulasi apapun, kamu tahu itu.”

Vivi mengadahkan kepalanya, lalu menghembuskan nafasnya panjang. “Ya memang benar, anda sama sekali tidak terlibat apapun, bahkan lebih tepatnya Anda juga korban. Tapi, menjadikan saya sebagai tameng untuk balas dendam anda.”

“Viviane.”

“Oh tunggu, haruskah aku membahas dendam pertamaku dulu sebelum membahas dendam Anda?”

“Hentikan ucapan omong kosong itu. Dimana daftar itu?”

“Tidakkah seharusnya Anda berterima kasih dulu dengan saya dan Open Unity karena menjaga stabilitas dunia internet Indonesia berulang kali? Roy dan tim Siber memang sangat tangkas menjaga stabilitas tapi mereka bekerja di bawah tekanan uang dan anggaran, ketika anggaran dalam dunia internet begitu besar.”

“Kalau kamu tahu tentang itu harusnya kamu bisa memberikan daftar itu sekarang, supaya saya bisa membuat anggaran yang akan digunakan tahun depan tanpa bisa dibatalkan meskipun Presiden telah berganti.”

Lihat selengkapnya