Shafa & Kuntilanak Jahil

Putri Utama
Chapter #4

Putus

Sesampainya di tempat mereka biasa janjian bertemu, Shafa langsung melihat sosok pria yang sangat ia cintai itu sedang menunggunya. Aryo tersenyum lebar dengan wajah yang begitu gembira melihat kedatangan Shafa.

Shafa buru-buru memalingkan wajah, lalu menghembuskan napas kasar berusaha menenangkan diri. "Ini akan menjadi pertemuan terakhir kita, sayang," ucap Shafa dalam hati. Air matanya sudah menggenang di kelopak mata, Shafa pun segera menghapusnya. Ia menata hati sebelum melangkahkan kaki menuju Aryo.

"Faa... Ayo Faa, lo pasti bisa," lanjutnya dalam hati.

Lalu Shafa melangkahkan kakinya dengan berat menuju Aryo. Senyum kepalsuan itu terukir di bibir tipis Shafa.

"Halo sayangku... Lama banget sih? Macet ya? Mas dari tadi nunggu kamu lho," sapa Aryo riang, lalu berniat mencium kening Shafa seperti biasa. Namun, dengan sigap Shafa memiringkan kepalanya menghindar.

"Lho? Kenapa sayang? Kok menghindar? Ada apa nih?" tanya Aryo bingung. Wajah bahagianya langsung berubah jadi cemas.

"Duduk dulu ya Mas, aku mau ngomong penting banget sama kamu," ucap Shafa datar, lalu berjalan duduk di bangku taman yang agak jauh dari keramaian.

"Ada apa sih sayang? Bikin Mas kaget aja," tanya Aryo mengikuti dari belakang.

"Mas..." panggil Shafa pelan.

Ia menatap tepat ke dalam manik mata Aryo yang begitu indah dan tulus, namun hanya sesaat. Shafa tak kuat menatapnya lama-lama; rasa bersalahnya makin menumpuk kalau melihat tatapan cinta itu. Ia kembali membuang muka.

"Hey... Kenapa kamu nangis, sayang? Jangan nangis dong, hati Mas rasanya sakit banget kalau lihat air mata kamu jatuh gitu," ucap Aryo panik. Ia berusaha menghapus air mata di pipi Shafa. Hal itu justru membuat hati Shafa makin hancur dan berat untuk bicara.

"Masss..." isaknya pelan.

"Iya sayang, ada apa? Ada masalah apa yang bikin kamu kayak gini? Bilang sama Mas, biar kita cari jalan keluar bareng-bareng ya," bujuk Aryo lembut.

"Ya Allah... Gak tega banget gue. Mas Aryo begitu tulus sama gue. Kalau gue minta Mas Aryo meninggalkan orang tuanya demi gue, itu namanya gue egois. Biar gimana pun Om Ikbal adalah ayah Aryo," ucap Shafa dalam hati.

"Sayang?? Ada apa? Bilang sama Mas, jangan bikin Mas bingung begini dong, sayang..." Aryo kembali membujuk wanita yang begitu berharga di hidupnya itu. Hatinya terasa begitu sakit melihat Shafa seperti itu.

Lihat selengkapnya