Begitu berada di dalam kamar, Shafa menatap sahabat manusianya itu dengan tatapan yang menyelidik, matanya menyipit seolah sedang mencium sesuatu yang aneh.
"Kenapa sih lo lihatin gue kayak gitu terus?" tanya Shafa ketus.
"Seperti ada bau yang nggak enak dan bau niat jahat di sini," ucap Rindu sambil terus menatap tajam wajah Shafa.
"Niat jahat apa sih lo? Gak ada ya Kun!" jawab Shafa ketus.
"Lo mau ngapain nyuruh gue masuk ke sini? Jangan bilang mau ngajak bobo bareng, gue ini Kunti terhormat yang normal ya, faa..."
"Pletakk..... Gue juga normal, pea!" Shafa kesal sambil memukul kepala Rindu.
"Ringan banget tuh tangan ya? Kerupuk aja kalah ringan sama pukulan lo," si Kuntilanak sewot.
"Sudah-sudah, gue lagi gak pingin debat sama lo, Kun. Hmm... Kun," panggil Shafa.
"Apa?" ketus Rindu.
Shafa mencolek dagu kuntilanak itu dengan senyum manja. "Cantik deh."
"Heleh... Muji gue cantik kalau ada maunya aja lo. BTW makasih pujiannya, gue emang cantik sejagat raya. Hihihi..." Ucap Rindu membuat Shafa memutar bola mata malas.
"Gue serius ini," kesal Shafa.
"Iya iya. Ada apa?"
"Lo tau nggak rumah si Marvel di mana?" tanya Shafa tiba-tiba, wajahnya langsung berseri-seri sambil tersenyum lebar.
"Hmm... Udah gue tebak dari tadi! Mau ngapain lo? Jangan bilang lo bener-bener kesemsem sama dia. Jangan bilang lo mau ke rumahnya? Shafa... Ingat ya, lo itu cewek, punya harga diri dikit napa! Jangan kayak orang yang nggak pernah liat cowok ganteng deh, gatel banget sih jadi cewek! Mau gue garukin? Gue ambil parutan kelapa di dapur. Mau?" oceh Rindu panjang lebar tanpa jeda.
Shafa yang kesal itu langsung berjalan cepat menghampiri Rindu dan...
PLETAK!!
Ia menjitak lagi kening si Kuntilanak itu cukup keras.
"Aduh! Sakit tau Shafa!" rengek Rindu sambil memegang keningnya.
"Apa lo? Punya mulut gak disaring banget sih lo, mau gue saring? Saringan kopi ada di dapur. Mau gue ambilin?" balas Shafa membuat Rindu ketawa sambil guling-guling di lantai.
"Astagaaa..... Gak kreatif banget sih lo, malah niru dialog gue. Hihihi..... Garing banget sih lo," ledek Rindu yang belum berhenti ketawa itu.
"Diammmmm....!" teriak Shafa yang langsung membuat kuntilanak itu diam seketika.
"Denger ya Kunti, bukan gue yang mau cari Marvel. Entah kenapa semenjak kenal dia, kesedihan gue perlahan memudar. Dia itu seperti obat, Kun."
"Obat apa? Obat pusing apa obat flu batuk?" canda Rindu membuat Shafa kesal.
"Ish.. Lo mah. Kun, lo bisa cariin rumahnya nggak...?"
"Gak bisa dan gak akan mau," potong Rindu.
"Ya elah Kun, ayo dong bantuin gue, gue beliin cangcut deh, gue tau lo gak pake cangcut kan?"
Mendengar ucapan Shafa, kuntilanak itu reflek menutup asetnya dengan kedua tangannya. "Ko lo tau?" tanya Rindu dengan wajah polosnya.
"Tau lah, Shafa gitu loh... Gimana? Mau ya? Please...." mohon Shafa.
"Aih... Oke deh," jawab Rindu yang akhirnya mengiyakan permintaan Shafa.
"Yess.... Makasih Rindu, lo emang baik hati ya," ucap Shafa yang langsung mencubit kedua pipi Rindu dengan gemas.
"Gue tau gue ini lucu, tapi gak usah dicubit juga kali. Sakit," Rindu sewot membuat Shafa terkekeh... Lucu melihat kuntilanak itu merajuk.
"Tugas gue apa nih?" tanya Rindu.
"Mintain nomor WhatsApp-nya dong Rin, gue kemarin mau minta tapi malu," kata Shafa. Mendengar itu Rindu ketawa terbahak-bahak.
"Malu???? Buahahahaha..... Sejak kapan lo punya rasa malu Fa? Mana ada cewek darah tinggi modelan lo punya rasa malu," ledek Rindu yang kembali ketawa.
"Rinduu......" Shafa mengangkat sandalnya tinggi-tinggi siap menimpuk kuntilanak itu. Rindu pun langsung mengatupkan bibirnya.
"Bisa serius gak?" tanya Shafa dengan tatapan nyalang.
Rindu tak berani menjawab, ia hanya menganggukan kepalanya.
"Tolong ya... Siapa lagi coba di sini yang bisa menolong gue kalau bukan lo. Tolong..... Pake banget ya, lo ke rumah Marvel, terus minta nomor WhatsApp dia buat gue. Please.. cantik!" rayu Shafa dengan nada memelas sambil memuji habis-habisan.
"Basi! Gue nggak bakal termakan bujuk rayu manis lo itu!" jawab Rindu dengan wajah sombong dan sebel.
"Tapi makasih lagi loh, udah bilang gue cantik untuk kedua kalinya. Memang bener kok, Rindu serindu-rindunya ini kuntilanak tercantik sejagat raya Indonesia Indah," lanjut Rindu tiba-tiba sambil membetulkan rambutnya, merasa jadi Kunti paling cantik, padahal menurut author sih, si Kunti ini jeleknya masya Allah. Hahaha....