Shangkara

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #98

Ground Zero

Baru saja sehari Ihsan dikirim kembali ke medan laga, dia langsung saja memainkan genderang perangnya dengan keras sebagai tantangan bagi para peserta lainnya, sementara Shafa dan Rio meniupkan shanka mereka untuk memanggil pasukan mereka.

“Ihsan aku minta tolong pimpin pasukan invanteri, kavaleri, dan artileri untuk melakukan serangan total, Rio kau pimpin pasukan pengacau, aku akan mempertahankan divisi suplai logistik,” ucap Shafa.

“Melihatmu ada di belakang bukan hal yang biasa di mataku,” ucap Rio.

“Patuhi saja perintahku, aku sudah mempertimbangkan banyak strategi dan ini yang paling efektif,” ucap Shafa.

“Kalau kau bosan di belakang, aku bisa membuat satu atmasena untuk menemanimu,” ucap Ihsan.

“Tidak perlu Ihsan, aku bukan wanita lemah, meski aku harus mengakui kalian berdua lebih kuat dariku saat ini dan pilihan terbaik bagiku adalah untuk mendistribusikan logistik,” ucap Shafa.

“Nampaknya kau mulai bisa menerima kodratmu sebagai wanita Shafa,” ucap Rio.

“Mau bagaimana lagi, aku harus menerimanya saat ini,” ucap Shafa.

“Kau tau kapten, mas Steve pernah cerita kalau para Devaraja yang pernah memimpin Panditanagara adalah orang-orang yang paling ahli dalam mengatur logistik, mas Steve juga sangat bangga menjadi pimpinan logistik dalam sebuah pasukan, wanita sering ditempatkan di divisi ini karena mereka cenderung lebih teliti, bukan karena lemah,” ucap Ihsan sebelum akhirnya membuat ratusan atmasena dan mulai menyebar mencari poin bersama pasukan akshauhini miliknya.

“Iya Ihsan, aku paham hal itu, terima kasih untuk semangatnya,” gumam Shafa.

“Jadi aku yang akan berjaga di sekitar sini ya, senang melihatmu memimpin kami lagi Shafa, caramu melindungi kami meski tau dirimu tidaklah sekuat kami lagi itu mungkin bukanlah hal yang bisa kami lakukan, teruslah seperti itu, Ihsan akan sering melakukan hal-hal nekat dan ceroboh, lihatlah tekanan inti galaksi mulai membentuk lubang hitam lagi, ini akan menjadi titik balik terbentuknya struktur galaksi yang teratur sekali lagi, patala telah kembali mendapatkan jati dirinya,” kata Rio.

Lihat selengkapnya