Seusai pertandingan antara tim kali dan tim bhudevi semua orang tercengang dengan perbedaan kekuatan yang teramat jauh dari Ihsan dan timnya dengan musuh.
Esok hari adalah pertandingan tim dharma yang ketika seleksi berhasil mengalahkan tim kali bahkan setelah menerobos kuadran utara menuju patala dalam enam hari dan kembali ke kuadran utara tepat setelah mengalahkan tim kali.
"Apa yang akan terjadi pada kita esok hari," ucap Anto.
"Kita sudah dipersiapkan oleh mas Sandi untuk jadi sekuat ini, gak mungkin latihan kita sia-sia," ucap teman perempuannya.
"Kau terus saja memuji mas Sandi, memangnya kau pikir latihan kita akan cukup, palingan kita akan kalah juga, tim yang akan kita lawan ini bisa mengalahkan tim yang sebelumnya menang, kau tau sekuat apa tim kali yang baru saja menang kan Eve," tanya Anto.
"Tapi Anto, kau paham kalau yang perlu kita lakukan adalah memberi perlawanan terbaik kita, meskipun kita tau kita akan kalah tapi Eve sudah bilang kalau latihan kita tidak akan sia-sia, kalau memang musuh terlalu kuat, biarkan saja, yang penting kita sudah melawan," ucap Raul.
"Iya Anto, ayo semangat," ucap Eve.
"Aku khawatir pada kalian, kalian tau sendiri kalau selama seleksi kita meringkuk ketakutan di talatala karena kelima tim itu tidak beroperasi di sana disebabkan tidak banyak pasukan penguji di sana untuk mendapatkan poin, meski begitu seharusnya aku tau kalau kita tidak perlu lolos ke babak final, kita hanya menuruti ego kita karena lebih senior dari tim yang akan kita lawan tapi tak pernah memahami kalau hubungan usia dan kekuatan itu tipis," ucap Anto.
"Kalian sangat kuat kok, hanya saja Alim lebih kuat saja dari kalian, sebelum bertanding dengan kalian besok, aku ingin berkenalan dengan kalian dulu, namaku Shifa, hobiku jalan-jalan dan membaca buku cerita, aku juga ahli dalam bidang medis," sapa Shifa yang tiba-tiba masuk ke sana.
"Oi mak, Shifa, udah sampai aja, gak mau keliling dulu," ucap Alim yang datang bersama Bagas yang sibuk mencoba jajanan di sana.
"Bukankah kalian tim dharma yang akan kami lawan besok, kenapa kalian ke sini, apa informasi yang ingin kalian gali dari kami," ucap Anto.
"Aku Alim, yang sedang makan itu Bagas, kami hanya ingin berkunjung ke sini, kulihat-lihat tempat ini sangat maju, apa kuncinya," tanya Alim.
"Hmm kau nampaknya cukup berani juga untuk memasuki tempat ini tanpa ragu, apa yang membuat kalian bingung, tentu saja kami memberikan penghormatan lebih terhadap pengetahuan dan orang-orang yang memegangnya dengan memberikan mereka berbagai fasilitas dan tempat kerja yang layak sehingga mereka bisa berkarya dengan baik," ucap Raul.
"Oh begitu ya, terima kasih mas eee namamu siapa," ucap Alim.
"Aku Raul," ucap Raul yang masih berhati-hati mengambil langkah.
"Kalian nampaknya hati-hati sekali dengan kami, tenang saja, kami tidak berniat untuk mencari masalah dengan kalian sekarang, kita bakal bertemu di pertandingan juga," ucap Bagas.
"Apa yang membuat kami harus percaya dengan kalian bertiga, kalian bukan berasal dari negara ini, bahkan kalian bukan aliansi kami, bagaimana kita bisa saling percaya," ucap Eve.
"Untuk sekarang memang belum, tapi suatu saat kita bisa juga beraliansi, siapa namanya mbak," ucap Shifa.
"Saya Eve," ucap Eve.