Shangkara

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #110

Crown of Might

"Akhirnya ketemu juga," ucap Ihsan.

Ia langsung turun menuju kedua orang tua itu dan menolong mereka dengan mendudukkan keduanya di atas punggung Kuncoro. Kemudian ia memalingkan wajahnya dan melihat beberapa cahaya kehijauan menerjang ke bawah, memperlihatkan beberapa orang yang berdiri tegak di sana.

"Ciih, kita tidak punya akses terhadap maharaja satu pun kecuali Baskara. Ruwatan yang dilakukan oleh Faisal sepuluh tahun lalu masih belum bisa dibuka kuncinya," pikir Seno sambil mengaktifkan mantra pembangkit sanjivani.

Di saat bersamaan, Alim maju ke depan untuk menghadapi musuh mereka bersama para Ishvara yang sudah mengeluarkan pasukan akshauhini.

"Boom!"

Tiba-tiba ledakan terasa di seluruh tempat itu, diikuti dengan getaran yang begitu kuat.

"Tenaga macam apa ini? Huh? Itu kan para Ishvara. Jadi sekuat ini mereka. Wajar saja sih, mereka kan penguasa negeri," pikir Ihsan sembari merasakan getaran hebat saat para pemimpin negara itu mulai bergerak.

"Ihsan, aku takut, mereka kuat sekali," ucap Shifa.

"Fokus melakukan evakuasi, Shifa. Kaulah tenaga medis terbaik di antara kita berempat," balas Ihsan.

"Tapi, Ihsan, kalau tenaga medis kita hanya Shifa, kita tetap akan kewalahan," ucap Sekar.

"Kita masih akan membantu memberikan pertolongan pertama, Sekar," jawab Shafa.

"Segera hubungi para tenaga medis di sekitar sini. Kita harus membuat tempat evakuasi," ucap Ihsan.

Tepat setelah itu Ihsan segera menginstruksikan pada Shafa dan Sekar langsung berangkat mencari tenaga medis lain sementara dirinya mengerahkan seluruh tenaganya untuk mengevakuasi sebanyak mungkin orang.

...

Sementara itu, di garda depan, para Ishvara sedang menghadapi Sakra dan pasukannya, di mana Yudi dan Jack dari negeri Ashoka turut membantu Sakra dan menjadi ancaman yang sangat berat bagi para Ishvara.

"Dua orang itu adalah Jack Baron, sang dewa air, dan juga Narendra Yudi, si petarung tanpa celah," ucap Nostradamus sembari menyusun beberapa mantra.

"Sayang sekali dua orang itu membantu pihak yang salah. Kita akan musnahkan mereka bersama Sakra!" teriak Qin dengan marah, sementara aliran listrik di tubuhnya semakin menjadi-jadi.

"Aku akan bantu aliran listriknya," ucap Salman sambil mengeluarkan pasir dalam jumlah besar, lalu dengan cermat menyeleksinya hingga mendapatkan pasir emas.

"Itu akan sangat membantu. Kau sengaja menggunakan emas agar tidak berkarat saat terkena kabut dari pasukan hantu Satyabala, ya? Maafkan aku, Amun Ra, tapi memang begitu cara kerja pasukanku," ucap Peter sembari mengeluarkan pedangnya, membekukan area itu kemudian melesat untuk memulai serangan.

Di saat itu, Sakra memanggil bajranya dan mulai menghujani para Ishvara dengan petir. Kilatan-kilatan kuning di langit membuat banyak orang berhati-hati, kecuali Qin yang justru menerobos dengan tubuhnya yang dialiri petir dan memukul Sakra dengan sangat kuat hingga terjatuh ke tanah.

"Apa yang kau lakukan di negeriku, dasar pengganggu!" bentak Qin sambil melesat ke bawah dan menghajar Sakra.

Sakra yang terpojok menyemburkan api dari mulutnya untuk mendorong Qin menjauh. Namun Qin yang murka menendang Sakra dengan keras ke langit hingga membuatnya memuntahkan banyak darah.

Tak menunggu lama, Qin kembali melesat ke arah Sakra. Sakra sempat menggunakan beberapa ledakan bhutaraj di sekitar tubuhnya, lalu memanggil Airavata miliknya.

Saat itu, sebuah tebasan dingin mengarah ke dirinya, yang nyaris saja mengenainya.

Lihat selengkapnya