"Eh, apa ini? Tekanan kekuatan macam apa ini?" pikir Alim, mencoba menoleh ke belakang dan menyaksikan sang maharani mulai serius.
"Hahaha, wanita gila itu mulai serius. Ini akan seru," gumam Jack saat bermanuver di sekitar sana.
"Akhirnya wanita itu serius juga. Minggir kau, kaisar sialan!" ucap Sakra sembari melemparkan ribuan makhluk jadi-jadian ke arah Qin dan meledakkannya.
Ia lalu mulai berjalan ke arah Dira, namun tangan Qin menangkapnya dan meninju Sakra dengan sangat kuat, diikuti kilatan petir yang mengerikan.
"Grrrr! Beraninya kau mengira diriku sudah kau kalahkan dengan ledakan sepele itu!" bentak Qin sembari terus memburu Sakra.
Sementara itu, di tempat Dira…
"Jeevamani, kah? Kau akhirnya serius melawanku, Kak," ucap Dira dengan trisula tergenggam kuat di tangannya.
Melihat itu, Sukma langsung melesat ke arah adiknya dan memukulnya hingga terpental ke angkasa dan terluka parah.
"Ibuuu!!!" teriak Seno sambil mencoba menolong ibunya.
Namun, ia ditahan oleh Arya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya sudah dialiri murugan petir. Melihat hal itu, Seno berusaha menangkis serangan Arya, tetapi serangan itu terlalu kuat. Ia pun terpental ke angkasa bersama ibundanya.
Di saat yang sama, Sakra masih dihajar Qin. Namun tubuh Sakra yang sulit mati membuatnya mampu menahan berbagai serangan tanpa henti. Tak lama kemudian secara tiba-tiba, sebuah ledakan api menggetarkan wilayah tersebut dan membakar hampir segalanya.
"Api adalah sumber kehidupan. Tanpa api, tak akan ada kehangatan dan cahaya untuk menerangi dunia yang gelap dan dingin ini," ucap Yudi, yang baru saja menjatuhkan Peter ke tanah.
Ia membentuk panah api dengan jari-jarinya untuk membakar Qin.
"Inilah satu dari tiga teknik yang kumiliki di mataku, Aghni. Kemampuan yang membuat energi yang kumiliki bersifat seperti partikel tungku, sangat cocok untuk menggunakan elemen api," ucap Yudi.
Ia lalu melepaskan panah apinya, mengenai sang kaisar dan membakar habis segala sesuatu di sekitarnya.
"Teknik dari mata kirimu itu memang menakjubkan, Yudi. Memanaskan api sampai seperti itu adalah metode penggunaan Aghni yang luar biasa. Tapi bisakah kau tidak menjelaskan skill-mu saat bertarung?" ucap Jack.
"Itu agar musuh takut dan menghindari kita," jawab Yudi.
"Lawan kita atimaharathi sepertimu. Kau pikir mereka akan takut?" ucap Jack sambil melepaskan air dalam jumlah besar untuk menenggelamkan arena pertempuran.
"Tapi perang ini bukan hanya melawan para Ishvara, Jack. Kita juga melawan para kroco. Menghindari konflik dengan orang banyak juga tujuan kita. Ingat, yang harus mati hanyalah maharani," ucap Yudi.
Ia mengangkat tangannya ke atas, menunjuk sebuah bintang, lalu melepaskan partikel energinya.