Shangkara

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #114

Skanda

Lintang, Alim, dan Yusuf dihadang oleh sekelompok orang yang menghalangi mereka untuk kabur dari pusat pertempuran. Empat orang apsara, Robi, Rika, Wira, dan Nanda, berdiri menghadang dengan sikap mengancam.

“Sebelum kalian menjadi ancaman, kalian harus mati hari ini juga,” ucap Robi selaku pimpinan mereka.

“Sayang sekali kami belum berniat untuk mati. Perkenalkan, aku Lintang, ini Alim, ini Yusuf,” ucap Lintang sambil mengamankan kedua adiknya.

Lintang memanggil vel miliknya, menghirup napas pelan, lalu mengaktifkan kekuatan yoginya. Para musuh menggunakan strategi yang sama, tubuh mereka mulai berubah sepenuhnya.

“Tunggu dulu, itu mirip seperti penyebaran tanda srivatsa milikmu, Alim, tapi ini lebih kuat lagi,” ucap Yusuf.

“Tentu saja, ini tanda yogi tingkat dua. Mana tahu kalian tentang seluruh kekuatan kami,” sahut Wira.

“Mau apa kalian dengan tanda yogi murahan seperti itu? Jadi orang yang melukiskan tanda aneh yang menyebar ke tubuh adikku itu adalah orang-orang kalian. Maafkan aku, tapi kurasa adikku menggunakannya jauh lebih baik dari kalian, tua bangka,” ucap Lintang.

Lintang memanggil meraknya dan langsung menyerang mereka berempat. Yusuf segera menyusul dengan mengaktifkan kundalini mahamantra level limanya seperti saat melawan Ihsan.

“Aku sudah memodifikasi zirahku agar bisa menahan kundalini mahamantra dengan jauh lebih baik. Viranci model ketujuh ini adalah inovasi terbaruku untuk mengeluarkan kekuatan penuhku terus-menerus,” pikir Yusuf.

Yusuf dan Lintang melesat bersama menuju para musuh. Nanda membesar dengan cepat dan mencoba memukul mereka, tetapi kedua pukulannya berhasil ditangkis hingga tangannya sendiri terluka. Naga kayu milik Lintang segera melilit tubuh raksasa Nanda.

“Sibodoh itu mau sampai kapan menyerang seperti itu,” gerutu Rika.

Rika mengubah dirinya menjadi manusia setengah ular dan melepaskan ilusi ke arah Yusuf hingga membuatnya terhenti sejenak. Pada saat itu, Robi melesat cepat menuju Yusuf. Melihat Yusuf dalam bahaya, Alim mengumpulkan fokusnya dan melesat maju untuk menendang Robi.

Yusuf kemudian mengungkapkan bahwa dirinya hanya berpura-pura diam untuk mengecoh musuh. Sebuah belati penuh aliran listrik terlihat di tangannya.

“Oi, kau mengacaukan strategiku,” ucap Yusuf.

“Hmm, aku cuma mau ikutan bertarung,” ucap Alim.

Robi langsung mencoba menyerang Alim, membuatnya terkejut. Namun Yusuf segera melepaskan ledakan vidhata untuk melindunginya.

“Heh, aku sudah mau menahan serangannya,” ucap Alim.

“Anggap saja impas,” ucap Yusuf.

Lalu tanpa diduga, Robi kembali menyerang mereka berdua, kali ini dibantu oleh Rika yang memanjangkan tubuhnya dan berusaha menghantam Alim serta Yusuf. Puluhan jarum racun terlepas dari tangan Rika, disusul oleh Robi yang menyerang dengan tendangan cepat. Yusuf membalasnya dengan tendangan yang sama sambil membentuk sebuah tameng.

Menyadari celah itu, Alim menyemburkan api dari kedua tangannya, lalu memanggil chakra miliknya untuk menebas kepala Robi. Secara mengejutkan, kepala Robi terpotong, tetapi tubuhnya masih terus bertarung melawan Yusuf, sementara kepalanya justru menyerang Alim.

Pada saat yang sama, Rika berteriak sangat keras hingga menghancurkan gendang telinga Alim dan Yusuf. Saat itulah tombak adi vel milik Lintang menembus dada Rika tanpa hambatan.

“Berisik,” gumam Lintang.

Lihat selengkapnya