Melihat sang maharani menunjukkan wujud terakhirnya, Sakra segera melesat ke arah Dira dan Seno untuk menyelamatkan mereka dari amukan Suryanisukma yang langsung melepaskan tekanan energi yang tidak masuk akal.
“Kundalini mahamantra level terakhir. Hei, Sakra, apa itu tidak berlebihan? Sekarang aku paham kenapa dia mencapai gelar atimaharathi,” ucap Dira.
“Gelar atimaharathi hanya akan diberikan pada seseorang yang diakui sebagai kekuatan yang bisa merobohkan sebuah negara sendirian. Berbeda dengan tingkatan sebelumnya yang memiliki hitungan jelas.
Rathi adalah orang yang bisa membangun peradaban sendiri. Atirathi adalah seseorang yang sanggup menyaingi dua belas rathi dalam kekuatan penuh sendirian. Maharathi adalah seseorang yang bisa menjatuhkan dua belas atirathi yang bekerja sama sekaligus dalam waktu kurang dari sehari seorang diri dalam pertempuran.
Namun tidak ada tolak ukur pasti untuk menentukan atimaharathi. Hanya ada beberapa cara untuk mendapatkan gelar ini, yaitu sanggup membangun, mempertahankan, atau menghancurkan seluruh pejuang yang ada di bawahnya dalam sebuah negara berdaulat seorang diri, atau mengimbangi seorang atimaharathi lain selama dua belas jam pertempuran tanpa jeda.
Kami para atimaharathi dianggap memiliki kekuatan seperti dongeng saking kuatnya. Tapi meski begitu, masih ada satu tingkat lagi di atas pejuang mistis seperti kami, yaitu para pejuang agung mahamaharathi.
Sejauh ini hanya ada dua orang yang diakui sebagai mahamaharathi, yaitu maharaja Dharmakusuma dan senapati Bhataramuni, yang hanya bisa dikalahkan oleh satu sama lain dalam kekuatan penuh mereka.
Sebagian orang juga menganggap Mahabali Faisal sebagai mahamaharathi karena berhasil menyegel Dharmakusuma yang dibangkitkan dengan sanjivani. Tapi yang dia hadapi hanyalah tubuh tak berakal Dharmakusuma.
Kenyataannya, bahkan dalam wujud itu tidak ada seorang pun yang bisa menghadapi Dharmakusuma sendirian. Sehingga selama lebih dari seratus tahun ini belum ada mahamaharathi lain selain mereka berdua.
Dan tidak ada langkah pasti untuk menjadi pejuang seperti mereka. Hanya ada dua cara, yaitu diakui oleh dua belas atimaharathi yang menentangnya atau sanggup bertahan dari mahamaharathi lain selama dua belas jam pertempuran tanpa jeda,” ucap Sakra.
“Kalau begitu, apa yang harus kami lakukan?” tanya Seno.
“Hanya ada sedikit atimaharathi yang masih hidup. Salman, Sukma, dan aku adalah tiga contohnya yang sudah menjadi Ishvara. Kalau dirimu menguasai tubuh Baskara, kau juga akan diakui sebagai atimaharathi. Lalu orang bernama Arya itu juga adalah seorang atimaharathi, berarti sekarang yang bisa kau lakukan hanya mundur,” ucap Sakra yang sejak tadi, tanda yoginya yang sangat kuat telah dia aktifkan.
Saat itu Salman juga merespons dengan mengaktifkan seluruh kekuatannya. Namun ketika Salman hendak menyerang, seseorang menghentikan langkahnya.
“Oh, dewa, aku minta tolong agar kau tidak mengganggu mereka berdua. Aku mohon padamu dengan baik-baik,” ucap Yudi dari belakang.
“Apa maksudmu itu, Narendra? Kau cuma musuh kami saja yang membawa bencana!” teriak Salman.
“Ini urusan mereka. Aku juga sudah memastikan para Ishvara lain selamat. Ini bukan lagi urusan keluarga mereka.
Aku mantan warga Sahasradwipa keluar karena tidak menyukai maharani memimpin kami. Selama ini, fobia yang diceritakan itu nyata. Aku kadang masih berkunjung ke negeri asalku itu, dan selama kepemimpinan orang itu, Sahasradwipa tidak banyak berkembang.
Dari sekian banyak kerajaan yang tergabung, hanya tujuh kerajaan saja yang hidup, itupun kadang sudah ada isu kudeta. Garudapura, Yamawrata, Vijayadwipa, Indravarsa, Mataram, Vayumandala, dan Mayapada.
Sisanya, ada banyak kerajaan yang tidak berkembang dengan baik. Bahkan ada wilayah yang sangat sepi sebelumnya, wilayah bernama Tirtawangi, yang sempat kehilangan seluruh kepercayaannya pada negeri Sahasradwipa dan sengaja memutus kontak sejak dihancurkan oleh Mahabali Faisal di masa pemerintahan Suryabaskara.
Ini bukan lagi masalah dendam pribadi antara Sakra dan keluarganya dengan Sukma dan keluarganya, tapi tentang pemerintahan busuk yang bertahan sangat lama. Negeri itu perlu pembaharu.
Kami rasa kami sudah menemukan beberapa yang sanggup melanjutkan. Tinggal memotong parasit bernama Suryanisukma agar pohon bisa kembali tumbuh,” ucap Yudi dengan tenang, sambil memperlihatkan tiga Ishvara lain yang sedang dirawat melalui proyeksi dari matanya.
“Lalu apa yang harus kulakukan kepada aliansi dagang kami? Kalau tidak ada pelindung dari negeri itu yang cukup kuat, kita juga akan kewalahan mempertahankan aliansi,” ucap Salman.
“Kau bisa melakukannya seorang diri, wahai dewa. Seorang pejuang terbaik mereka saat ini seharusnya sudah naik takhta. Tapi fobia sang ratu malah membuatnya mengurung pejuang terkuat mereka untuk menjadi kepala sekolah di Akademi Manasasagara.
Kini, saksikanlah tumbangnya pohon tak berguna yang membuat hutan menjadi gelap,” ucap Yudi.
“Hm, kalau dipikir lagi, mungkin kau benar. Mereka sekarang mungkin hanyalah cangkang kosong dari negara hebat yang sebelumnya menjadi negeri adidaya. Kita memang harus membersihkannya dari kotoran,” ucap Salman.
“Cih, kalaupun aku melawannya aku juga akan dibuat sekarat juga,” pikir Salman.