Shangkara

Ghozy Ihsasul Huda
Chapter #122

Kaustubamani

Setelah menurunkan Ihsan, Alim langsung menuju Kota Gandaberunda untuk menghadiri pelantikan maharaja baru, guru mereka sendiri, Yaksharajan Arya.

Sesampainya di wilayah Gandaberunda, Alim menemui beberapa wajah yang ia kenal serta iring-iringan para raja di Sahasradwipa dan para pebisnis. Pandangannya tertuju pada kelompok dari Kerajaan Mataram.

“Hei, Shifa, kau ada di sini juga,” sapa Alim.

“Hei, Alim. Iyalah, kami keluarga kerajaan. Kami harus hadir,” ucap Shifa.

“Weh, Nak Alim, kau sendirian saja? Tidak ada niatan bawa orang lain?” sapa Dani, sang ayah.

“Bukannya undangannya hanya untuk satu orang saja?” ucap Alim.

“Hmm, kau boleh minta izin untuk menambah anggota yang ikut sebenarnya. Undangan itu cuma formalitas. Ah, tapi nampaknya kau memang belum tahu itu. Oh iya, mana Ihsan?” ucap Dani.

“Hhh, aku belum tahu menahu mengenai hal itu, Pak Guru. Tapi kurasa aku tidak mau juga untuk menambah beban negara dengan membawa banyak orang. Lagipula itu hak Ihsan karena dia yang seharusnya hadir. Sekarang dia sedang bingung dengan inovasi barunya. Ah, biarlah. Aku juga tidak yakin dia tidak akan bikin ribut di acara seperti ini,” ucap Alim.

“Hihihi, bukannya dia memang begitu? Lagian kalau dirimu yang ikut bakal lebih baik, jadi ada gunanya hiasan kaustubamani yang kau kalungkan itu,” ucap Shifa.

“Hmm iya, Nak. Kau mengambil kaustubamani padahal itu tidak akan banyak membantu kecuali untuk menambah daya tarik saja. Kau dengan mudahnya menyerahkan pot amrita untuk kami dan memberikan kalpavriksa ke temanmu itu. Kaustubamani memang sangat berkilau ya,” ucap Permaisuri Yani.

“Memang inilah ratna yang kuinginkan. Jujur saja, menambah sedikit daya tarik memang takkan banyak membantu kecuali meningkatkan sedikit popularitas. Tapi sebagai pebisnis yang sering melakukan pertemuan di sana-sini, ini sangat membantuku untuk mencapai kepercayaan banyak orang. Semua barang akan berguna tergantung dari bagaimana cara menggunakannya,” ucap Alim.

“Tuh, Yani, itulah kenapa kaustubamani adalah permata paling berharga. Benda ini akan memancarkan aura positif yang indah dan bisa membuat orang lain lebih mudah percaya pada kita. Itulah kenapa kita juga memilikinya,” ucap Dani sembari memperlihatkan permata berwarna biru laut yang sangat indah di tangannya.

“Kau juga memilikinya, Pak Dani?” tanya Alim.

“Ini warisan keluarga Jayawardhana, sekaligus alasan kenapa kota kami disebut Kota Kaustubamani, karena memang ada permata itu di sana yang juga membantuku untuk sedikit meningkatkan kepercayaan diri. Maharaja Dharmakusuma yang pertama kali memilikinya, kemudian dia wariskan pada adiknya dan akhirnya pada keluarga kami di Mataram.

“Permata ini hanya akan muncul apabila sebuah lautan diaduk dengan sebuah gunung yang sangat berat. Gesekan dari pengadukan akan menimbulkan panas yang luar biasa. Saat lautan mulai mendidih, mineral di dalamnya akan terserap pada gunung itu dan karena tekanannya akan membentuk sebuah permata indah di intinya yang disebut kaustubamani. Faktanya, gunung yang berpotensi menjadi kaustubamani itu sangat sedikit. Kota Mandaraka sampai dihancurkan untuk membuat permata ini karena di kota itu dipercaya banyak sekali partikel yang bisa menangkap kekuatan kaustubamani.

“Batu ini bisa menyerap dan mengamplifikasi jumlah partikel gas murni seperti dyu di sekitar tubuh penggunanya dan membuat aura yang sangat menenangkan di sekitar sang pengguna,” ucap Dani.

“Eh, jadi begitu cara kerjanya. Sehat sekali. Eh, kalau begitu partikel jagannata juga akan teramplifikasi dong,” ucap Alim.

“Tepat sekali. Eh, bukannya itu artagunamu? Pantas saja punyamu bersinar sedikit berbeda, seperti membawa kebahagiaan, sebenarnya semua bisa di amplifikasi efeknya tapi gas mulia seperti jagannata memang yang paling cocok,” ucap Dani.

“Terima kasih, Bapak. Eh, kita akan bersama ke penobatan, kan?” tanya Alim.

“Boleh sih, tapi pebisnis akan diberikan tempat yang berbeda dengan keluarga kerajaan seperti kami. Nanti coba carilah tempat yang cocok. Aku bisa kok antarkan dirimu sebentar,” ucap Dani.

Lihat selengkapnya