Malam hari setelah kedatangan Yusuf dan pasukan telah berkumpul, beberapa vimana terlihat datang mendekat.
“Eh cak, bukannya itu vimana Kerajaan Mataram?” tanya Ihsan.
“Sudah ya Shifa, ayahmu sudah datang. Pulanglah,” ucap Alim sembari memapah Shifa berdiri.
“Sebelum aku pergi, aku ingin memberikan ini padamu,” ucap Shifa.
Ia kemudian melepas salah satu tusuk rambutnya dan menyerahkannya kepada Alim.
“Eh, tusuk rambut? Buat apa itu Shifa?” tanya Ihsan.
“Eh… kau mau menyerahkannya? Bukankah ini senjata terkuatmu?” tanya Alim.
“Bukankah kau ingin menumpas adharma? Lakukanlah dengan ini,” ucap Shifa.
“Senjata!? Maksudnya? Bukannya itu tadi cuma hiasan? Senjata apa itu?” tanya Ihsan.
“Ini kaumodaki, gada yang sangat kuat,” ucap Alim.
“Hmmm… itu kelihatannya seperti tusuk rambut biasa,” ucap Ihsan.
“Pegang saja, pasti kau akan tahu,” ucap Alim sembari menyerahkannya.
“Eh apa-apaan ini… kok berat sekali. Rasanya seperti mengangkat puluhan gunung. Kau memakai ini sebagai hiasan setiap hari, Shifa?” tanya Ihsan terkejut.
“Wajar saja kalau kau belum terbiasa, Ihsan. Ini memang sangat berat dan bisa berubah bentuk,” ucap Alim.
Alim kemudian mengambil kembali tusuk rambut itu dan memperbesarnya ke ukuran aslinya.
“Pakai dengan baik ya,” ucap Shifa.
Setelah itu Shifa beranjak menuju vimananya, tempat ayahandanya telah menunggu.
“Eh Bagas, kau dari tadi ngapain sih menyendiri begitu?” tanya Yusuf.
“Biasalah, melakukan hal yang berhubungan dengan pedang,” jawab Bagas.
“Rahasia banget nih?” tanya Alim.
“Nggak kok. Aku lagi membuat pedang. Wujud empat tanganmu itu harus terisi semua,” ucap Bagas.
“Eh, mau kau tambahi ya? Bukannya tanganku sudah terisi?” tanya Alim.
“Kau tidak perlu memegang sudharsana terus-menerus. Saat kau lepaskan dari tanganmu, gunakan pedang dariku. Memang tidak sekuat senjatamu yang lain, tapi setidaknya bisa berguna,” ucap Bagas.
“Pedangmu sudah sangat bagus kok,” ucap Alim.
“Iya Alim, tapi itu pedang yang selalu kupakai berperang. Pasti jauh lebih kuat dari pedang yang baru saja jadi,” ucap Bagas.
“Tenang saja, aku akan memakainya sebaik mungkin,” ucap Alim.