Hai bumi, perkenalkan aku. Aku adalah She. Sherafin. Aku adalah seorang anak tunggal. Orang tuaku adalah orang tua yang cukup, namun tidak berlebih. Ayah ku seorang pekerja formal, ibu ku seorang ibu rumah tangga. Tepatnya, aku sebenarnya terlahir dari keluarga pemuka agama. Kedua kakekku, ayahku, adik kakak ayah dan ibuku, semuanya, adalah keluarga besar pemuka agama. Hidupku menyenangkan dengan mereka. Aku selalu diajarkan untuk dekat dengan Tuhan. Aku belajar menyanyi dan bermain musik sejak kecil, agar aku bisa mengiringi musik di tempat ibadahku. Walaupun kami semua keluarga pemuka agama, tapi kami tidak kaku menghadapi dunia ini. Kami berbaur seperti orang-orang lainnya, kepada siapapun, tanpa terkecuali. Namun memang, segala tindak tanduk, perilaku kami, khususnya aku sebagai anak dan cucu dari pemuka agama, sangat diperhatikan oleh lingkungan sekitar. Tidak bisa salah melangkah. Aku mempunyai satu memori, dulu sewaktu aku kecil, aku sering diajak ayahku setiap akhir pekan ke tempat permainan anak. Aku memang tidak telalu ingat, tapi mereka menyimpan rapih semua kenangan foto itu dalam album, dan itu sangat berguna sebagai cerita kepadaku. Aku dekat dengan kedua orang tuaku.
She tumbuh menjadi anak perempuan yang lumayan cantik. Dalam pertumbuhan kehidupanku, aku mempunyai hobi menyanyi, bermain musik, dan modelling. Dari kecil aku sudah les musik dan menyanyi. Aku pun tumbuh di lingkungan yang suka dengan musik. Aku suka sekali mengikuti kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan itu. Sehari-sehari kehidupanku sibuk. Berganti hari, bulan, dan tahun, aku bertumbuh menjadi seorang remaja. Aku sering sekali di dekati laki-laki. Aku memandang laki-laki itu sebagai suatu makhluk yang bisa membuat kita senang. Apalagi kalau ada rasa dan bumbu cinta yang membuat jantung berdetak kencang setiap kali bertemu dengannya. Aku bukan tipe perempuan yang berani mendekat terlebih dulu. Aku adalah tipe perempuan yang memang harus didekati oleh laki-laki terlebih dulu, baru setelah itu aku respek dengan laki-laki. Oleh karena itu, aku selalu berusaha menyatakan apa adanya perasaan yang aku punya. Jika aku tidak suka, aku akan menolaknya. Tapi jika aku menyukainya, aku akan menerima rasa suka, sayang, dan cintanya untukku. Disudut pandangku, tidak ada yang salah dengan hal ini. Karena toh aku tidak bermain-main dengan perasaanku, dan aku menempatkan laki-laki untuk menjadi penyemangat hidupku. Jadi, aku banyak sekali berganti-ganti pacar. Mulai dari cinta pertama, kedua, dan sampai pada angka empat belas. Tapi yang ku tahu, disudut pandang sebagian orang menilaiku sebagai perempuan yang suka bermain-main dengan cinta dengan seringnya aku putus dan pacaran lagi dengan yang lain. Apapun penilaiannya terhadapku, aku tetaplah menjadi seorang She, yang tidak mengubah apapun, tidak mengubah jati dirinya.
Beberapa waktu ini, aku lagi senang mendengar lagu-lagu dari salah satu platform musik dengan telepon genggam ku. Biasanya she suka mendengar lagu pop barat, lagu electonic dance music, lagu lounge chillout. Tapi kali ini, lagu lokal negeri sendiri. Wah, sudah ga kehitung lagi, sudah berapa lama absen dengerin lagu lokal. Mungkin terakhir itu, semenjak aku menikah. Ya, mungkin karena kehidupan mulai berubah, mulai tidak galau-galau lagi mengenai jadian atau pacaran, tembak menembak, putus memutuskan, mulai mulus. Jadi ketahuan ya kalau mendengarkan lagu lokal itu ya seputar cinta-cinta-an. Jatuh cinta, putus cinta. Sekarang, aku lagi kangen saja mendengar lagu lokal, ingin memperbaharui lagu apa yang sedang hits, yang enak, artis siapa yang sedang membuat musik. Dan waw, banyak sekali orang baru yang tidak aku tahu.
Oke, cerita bermula dari sini. Malam ini dingin karena baru saja turun hujan. Aku mulai berkhayal, mulai melamun di saat angin malam semakin terasa tajam. Aku sebenarnya tidak terlalu suka dengan menulis, dalam arti menulis yang mengerti detil setiap aturan nya. Aku hanya suka menulis sebagai sarana mencurahkan apa yang ada di pikiran dan hati. Apa yang aku rasakan dan alami. Yang baik maupun yang buruk, yang sedih maupun yang senang. Jadi kali ini aku mencoba untuk menulis kisah ini yang adalah hasil tulisan dalam lamunanku, nyata apa adanya. Dan berharap apa yang aku tulis, bukan hanya sebatas tulisan, atau cerita hidup, tapi bisa mengambil makna dan menjadi pelajaran kehidupan.