Blurb
"Sisakan bagian dadanya untuk Marava. Dia ingin membuat steak dengan saus anggur. Dan, Atlas, bersihkan sisa potongannya. Jangan sampai menyumbat saluran pembuangan lagi."
"Kulitnya terlalu tebal, Isaac. Butuh gergaji tulang untuk membelah bagian dadanya."
Bagi ketujuh bersaudara Danarion, ruang makan adalah tempat suci tempat ikatan darah dirayakan dengan cara yang paling absolut. Kaya, terhormat, dan selalu menang di hadapan hukum membuat mereka bebas mengasah pisau jagal di balik pintu ruang bawah tanah yang terkunci rapat.
Namun, permainan berubah ketika sebuah penyamaran rahasia menyusup ke dalam rumah mereka. Melalui tatapan manis seorang kekasih dan langkah sunyi seorang pelayan, keluarga Giarsutka mencoba meruntuhkan keluarga ini dari dalam.
Di rumah ini, kecurigaan tidak diselesaikan dengan perdebatan, melainkan dengan eksekusi. Ketika garis antara pemburu dan mangsa mulai kabur, Danarion siap membuktikan bahwa siapa pun yang berani mengusik ketenangan mereka hanya akan berakhir menjadi potongan daging berikutnya di atas piring saji.