Blurb
Bagi Rumi, kebahagiaan tidak pernah datang dalam bentuk yang rumit. Cukup rumah kecil yang hangat, suami yang selalu ada di sisinya, dua anak perempuan yang memenuhi hari-harinya dengan tawa, dan gitar peninggalan ayahnya yang setia menemani saat ia menulis lirik lagu.
Namun setiap kali telepon dari keluarganya berdering, Rumi tahu ketenangan itu tidak akan bertahan lama.
Nana, Kakak pertamanya hidup tanpa arah bersama suami yang tak kunjung memiliki pekerjaan.
Lalu, Iksan, Kakak laki-lakinya yang bergantung pada obat-obatan setelah kehilangan kewarasannya.
Dan Maya, sang ibu yang selalu memanggil Rumi pulang setiap kali keadaan semakin sulit.
Rumi selalu datang. Selalu membantu. Selalu mencoba menyelesaikan semuanya. Sampai suatu hari ia mulai bertanya dalam diam. Seberapa jauh seseorang harus berkorban untuk keluarganya?
Dan yang lebih menyakitkan lagi, bolehkah ia berhenti menjadi orang yang selalu kuat?