Si Paling Antagonis

Rahma Ar
Chapter #1

1. Tawaran alternatif pilihan snbp

Valery Azalea baru saja keluar dari kelas ketika dia mendengar suara panggilan guru seni budayanya, Pak Lesmana.

"Valeri."

Valeri menghentikan langkahnya dan menghampiri gurunya yang sedang melangkah mendekatinya.

"Ada apa, pak?" tanya Valeri sopan.

Pak Lesmana, guru seni budaya yang saaat ini mengurus snbp, membawa sebuah map biru di tangan kanannya.

"Valeri, jurusan dan kampus yang kamu inginkan kayaknya sulit diterima. Bagaimana kalo ke kampus ini aja dengan jurusan ini." Pak Lesmaana mwmbuka map biru yang ada di tangannya. Beliau menunjukkan sebuah kampus favorit yang ada di Jakarta beserta jurusan yang bisa Valeri pilih untuk alternatif.

Valeri terdiam. Dia ngga yakin mama dan papanya membolehkan dia kuliah di kota ini.

"Nanti saya tanya orang tua saya dulu, ya, pak."

"Ya sudah. Pastikan, ya."

Valeri menganggukkan kepalanya dengan peraasaan ragu.

"Iya, pak."

Valeri bergeming menatap kepergian guruyya yang mengurus bagian snpb itu pergi. Sekarang malah dia yang kepikiran.

Diambil atau enggak, ya? batinnya ngga tenang.

"Hei, melamun aja. Ke kantin, yuk."

Valeri tersadar dengan tepukan dan suara cempreng temannya, Devi.

"Ayuk." Dari pada setres mikir yang belum pasti, lebih baik ikut Devi ke kantin.

Valeri kini berjalan beriringan dengan Devi menuju kantin.

"Kamu jadinya mau kuliah dimana, Val?" kepo Devi penasaran.

"Mumgkin ke Bandung," jawabnya tak bersemangat.

"Yang snbp itu, ya?" tanya Devi lagi.

"Bukan. Yang snbp kata Pak Lesmana, peluangku lebih besar diterima yang kampus Jakarta," sahut Valeri hambat.

"Loh, bagus, kan?" delik Devi kesal. Sayangnya dia ngga masuk eligibe.

"Tapi keluargaku maunya aku ke Bandung,' keluh Valeri, helaan nafasnya terdengar berat.

"Ya udah, ke Bandung aja, siapa tau lolos snbtnya di jurusan yang kamu mau."

Lihat selengkapnya