Sialan lu Med!!

Firmansyah Slamet
Chapter #16

Part 14


"Kak Ness ... Sorry ya, aku gak belain kamu " kata Mamed.


"Hmm...." Jawabku singkat.


"Tadi aku baru balik dari kantin, eh kamu sudah ribut sama Rena".


"Hmm....".


"Aku gak sempat misah, Kak Ness" ucapnya tanpa jeda.


"Hmm...".


"Kamu bisu, ya?" tanya Mamed mencoba melawak.


Mata memandang wajah bodohnya itu dengan penuh amarah, meremas erat tangan. ingin sekali aku memukulnya, tapi situasi dan posisi menahanku untuk berbuat demikian. Aku paksa papa untuk segera meninggalkan kediaman Mamed.


"Om, aku boleh numpang lagi, gak? " tanya Mamed ketika kami sudah berada di depan.


"Boleh, emang kemana?? ".


"Ke rumah sakit, om".


"Ngapain, jenguk orang??" Tanya papa.


"Enggak om, motorku masih disana... Om sih, maksa naik aja" kata Mamed nyengir.


Maka Mamed kembali duduk di belakangku, aku memegang pipi yang kena cakar Rena. Papa juga bertanya dimana ia saat perkelahian terjadi.


"Saya memang ada disitu om, tapi aku gak berani misah om... Aku diancam digebukin kalau misah sama anak-anak" katanya bermain seni peran.


Ia akan benar-benar kupukul jika ada kesempatan.








Disuatu hari...

Di jam pelajaran olah raga, kelas kami disatukan. Pak guru menjelaskan cara bermain basket dan salah satu triknya ialah pivot. Terdengar samar Mamed sedang berbincang pada temannya. Dan karena cukup gaduh, ia diminta maju ke depan untuk memperagakan gerakan pivot. Dan kebetulan lawan mainnya ialah aku!.

Setidaknya ada pikiran balas dendam!. Aku bisa mulai mempermalukannya di depan banyak siswa. Seorang Mamed yang terkenal biang rusuh tak bisa merebut bola dari tangan seorang perempuan.

Di menit-menit akhir jam pelajaran, ia menantang untuk bertanding antar kelas untuk membuktikan siapa yang unggul. Tentu saja sangat mudah untuk memprovokasi otak udang miliknya itu. Terlebih ia masih marah setelah aku buat ia malu di depan banyak orang.

Ada raut menyesal setelah menantang karena ia tahu akan kalah dengan cara paling memalukan. Dan yang ia perbuat hanyalah berkomentar dengan nada kurang enak didengar. Point demi point bisa ku raih tanpa susah payah.

Lihat selengkapnya