BUMMMMM!
Arka menghantamkan Kunci Tembaga lurus ke arah dada Dharma Pratama. Namun, sebelum ujung kunci menyentuh jubah emas sang pimpinan kultus, empat penjaga bertopeng serigala melompat maju dari balik pilar, menangkis serangan Arka menggunakan tombak besi tempa berlapis jimat hitam!
TRANG! TRANG! PRANG!
Semburan bunga api merah meledak di udara. Arka terdorong mundur, menahan perih di lengan kanannya yang kembali mengeluarkan darah segar.
"Bunuh dia dan ambil Kunci Tembaganya!" perintah Dharma dingin sambil melangkah mendekati tatanan jembatan batu di atas tungku.
Empat penjaga bersenjata tombak menerjang Arka secara bersamaan dari empat sudut blindspot. Gerakan mereka sangat cepat, terlatih dalam seni bela diri kuno yang dilapisi energi gaib hitam.
CRAKKK!
Ujung tombak pertama menggores bahu kiri Arka, sementara tombak kedua menghantam dada Arka hingga ia terlempar keras menghantam salah satu cermin perunggu di dinding!
"Ugh...!" Arka tersungkur di lantai batu yang dingin, terbatuk darah.
BZZZZT!
Di layar ponsel retak yang tergeletak di sampingnya, grafik siaran langsung Jejak Kelam meledak melampaui batas kapasitas server digital:
[LIVE STREAMING: 15.000.000 JIWA TERHUBUNG]
[RESONANSI PUBLIK MENCAPAI PUNKAT MAXIMUM: 100%]