Siaran Khusus Kamar 304

kholid alamsyah
Chapter #34

BENTENG TERAKHIR DI JANTUNG KOTA

WUUUUUSHHH!

Baling-baling helikopter Batalyon Infanteri TNI dan armada kendaraan taktis Kepolisian Republik Indonesia membelah kabut pagi yang menyelimuti lereng Bukit Gunung Padang. Lampu-lampu sirine merah-biru menyala menyapu permukaan teras batu purba, mengawal proses evakuasi puluhan sisa anggota tentara bayaran Eksoset Keamanan dan pengamanan enam sisa bangkai generator seismik yang hancur berkeping-keping.

Di sudut Teras Kelima, Jenderal Purnawirawan Hendra Wijaya digiring dengan kedua tangan terikat kencang oleh borgol baja taktis. Pria yang dulunya memegang kekuasaan logistik dan keamanan rahasia itu kini berjalan gontai di bawah pengawalan ketat aparat, matanya menatap kosong ke arah tanah basaltik purba yang gagal ia hancurkan.

Di atas pelataran punden utama, Arka berdiri menatap pijar keemasan Kunci Tembaga yang mengambang lembut beberapa sentimeter di atas telapak tangan kirinya.

Proyeksi peta hologram tiga dimensi yang terpancar dari ukiran kepala serigala kini berkedip-kedip kencang, memancarkan garis-garis koordinat emas yang saling bersilangan hingga membentuk lambang Sektor Terakhir: Sektor Ketujuh.

"Koordinatnya sudah terkunci sempurna..." bisik Sarah, mengusap pelipisnya yang mengucurkan keringat dingin seraya menatap layar komputer portabel di tangannya. "Titik pemicu Sektor Ketujuh berada tepat di jantung ibu kota Jakarta."

Arka memajukan pandangannya, meneliti titik merah yang berdenyut di tengah kawasan pusat bisnis Sudirman-Thamrin. "Gedung apa yang berada di titik koordinat itu, Sarah?"

"Bukan sekadar gedung biasa, Arka," jawab Sarah dengan raut wajah sangat pekat dan tegang. "Koordinat itu menunjuk tepat ke lantai bawah tanah Menara Apex Nusantara—pencakar langit 88 lantai yang menjadi markas besar korporasi finansial global sekaligus benteng utama Konsorsium. Di bawah tanah menara itu tersembunyi Bunker Tabut Hitam, pusat pengendali seluruh aset haram, server induk, dan pimpinan tertinggi Konsorsium!"

Arka mengepalkan tangan kirinya kencang, merasakan desakan gelombang energi spiritual yang meluap. "Pimpinan tertinggi... Dharmawan Soerjo."

Dharmawan Soerjo. Pria paling berpengaruh di balik layar sejarah kelam nusantara selama puluhan tahun. Sosok taipan berpengaruh yang mengendalikan para politisi, konglomerat, dan komandan keamanan di enam sektor sebelumnya dari balik tirai emas Menara Apex.

"Gue baru saja meretas saluran komunikasi internal Menara Apex," lanjut Sarah dengan jemari yang menari cepat di atas papan ketik. "Mengetahui Hendra Wijaya tumbang dan Sesar Cimandiri selamat, Dharmawan Soerjo baru saja mengaktifkan Protokol Pembersihan Total (Total Purge Protocol)."

"Apa artinya itu?" tanya Arka tajam.

Lihat selengkapnya