BRRRRAAAAK!
Gelombang kejut magnetik murni berwarna Emas Obsidian meledak dahsyat dari puncak ukiran kepala serigala Kunci Tembaga! Pintu tebal berlapis baja dan kaca kedap udara di lobi utama Menara Apex Nusantara hancur berkeping-keping. Serpihan kaca kristal beterbangan bagai hujan es di atas lantai porselen hitam lobi gedung, membuyarkan barisan penjaga elit bernomor dada Eksoset Keamanan.
"Serang penyusup! Jangan biarkan mereka mendekati lift bawah tanah!" teriak komandan garda elit melalui radio internal dengan nada panik.
RATATATATATAT!
Tiga puluh garda pengawal berpakaian tempur kevlar lengkap dengan senapan otomatis membuka tembakan salvo simultan. Di saat bersamaan, dua unit menara senapan mesin otomatis (Automated Turret Gun) yang tersembunyi di langit-langit lobi berputar 180 derajat, mengunci koordinat Arka dan Sarah dengan titik laser merah pembunuh.
"Sarah, lumpuhkan menara otomatis itu sekarang!" jerit Arka sembari melompat cekatan ke balik pilar marmer raksasa.
Sarah mendarat mulus di belakang pilar, mengokang EM-Pulse Rifle dan menembakkan dua pulsa elektromagnetik frekuensi tinggi lurus ke arah langit-langit lobi.
BZZZZZZT! SPARKKK!
Dua menara senapan mesin otomatis itu meledak dalam tembakan bunga api membara, sistem sirkuit kontrol mikro-prosesornya mati total seketika.
Arka memanfaatkan celah sekejap itu. Ia melangkah keluar dari balik pilar, mengangkat tangan kirinya lurus ke depan. Kunci Tembaga di genggamannya bergetar kencang, menyerap energi listrik dari seluruh jaringan lampu lobi gedung hingga ruangan seluas seribu meter persegi itu mendadak redup mencekam.
VRRRRRR-THOOM!
Satu denyut kejut magnetik kedua terlontar horizontal, menghantam dada belasan garda pengawal elit. Rompi kevlar berlapis baja mereka seketika bertindak bagai konduktor listrik, menyetrum dan melontarkan tubuh mereka hingga menghantam dinding kaca belakang dengan keras sebelum tergeletak pingsan tak berdaya di lantai lobi.
"Lift khusus menuju Bunker Tabut Hitam berada tepat di balik dinding baja lantai dasar ini!" teriak Sarah seraya menancapkan flashdrive portabel ke terminal komputer keamanan lobi. "Tapi pintu lift ini dikunci dengan enkripsi kuantum tiga lapis serta pemicu otentikasi biometrik langsung milik Dharmawan Soerjo!"