GLUB-GLUB-GLUB!
Kegelapan abadi menyelimuti kedalaman Palung Banda saat Arka meluncur menembus kedalaman seribu, dua ribu, hingga tiga ribu meter di bawah permukaan laut. Tekanan hidrostatik gila-gilaan yang sanggup meremukkan baja kapal perang kini mengepung tubuhnya dari segala arah. Namun, pendar Kunci Tembaga di lengan kiri Arka meledak dalam perisai magnetik emas melingkar—membentuk kubah pelindung Obsidian Emas yang menghalau dinginnya air samudra dan tekanan ekstrem dasar laut.
Di dalam keheningan samudra dalam yang mencekam, detak jantung Arka bergema seirama dengan denyut pendar tato serigala di tangan kirinya.
BZZZZT-VMMMMM!
Ujung-ujung pendar emas di tubuh Arka menyapu kegelapan laut. Di hadapannya, membentang pemandangan yang tak masuk akal bagi sejarah ilmu pengetahuan modern: sebuah punden piramida berundak raksasa dengan ukiran relief purba yang membatu di dasar palung seluas puluhan hektar! Relief-relief batu hitam tersebut memancarkan garis-garis energi hidro-magnetik kebiruan yang membelah kegelapan samudra dengan aura sakral yang megah.
WHSSSH-WHSSSH-WHSSSH!
Seketika, puluhan berkas cahaya laser merah melintas membelah kegelapan air laut!
Delapan prajurit bayaran Leviathan Group dengan baju zirah selam mekanik (Exo-Suit) bertekanan tinggi meluncur cepat melingkari posisi Arka! Di jemari robotik bertulang titanium milik mereka, terpasang senjata Railgun Harpoon bertenaga sonik berkecepatan tinggi yang langsung membidik tepat ke dada Arka.
"Subjek Arka teridentifikasi!" seru suara terdistorsi radio underwater dari helm komandan penyelam Leviathan. "Tembak! Ambil Kunci Tembaga dari lengannya mati atau hidup!!"
BOOOM! BOOOM! BOOOM!