Siaran Khusus Kamar 304

kholid alamsyah
Chapter #42

INTAN HITAM LEVIATHAN

"Gue nggak peduli siapa lu atau nama organisasi gila yang lu bawa dari luar sana," tegas Arka seraya memasang kuda-kuda tempur yang kokoh. Mata kirinya berpendar keemasan menyala, mengikuti irama denyut cepat Kunci Tembaga di lengan kirinya. "Bumi Nusantara ini bukan tanah jarahan buat sindikat asing!"

Pria berarmor besi hitam di hadapannya tertawa terbahak-bahak. Suara tawanya bergema dingin di sepanjang dinding katedral bawah laut, memantul di antara pilar-pilar batu raksasa berukir prasasti geometris purba. Ia melangkah maju perlahan, memamerkan batu intan Obsidian Hitam di genggaman tangan besinya yang diselimuti letupan petir keunguan mematikan.

"Namaku Komandan Vance, Arka," cetus pria itu seraya membuka visor helm armornya secara perlahan, memperlihatkan wajah paruh baya bertato garis-garis cybernetic dengan mata kanan mekanis berwarna merah darah membara. "Dharmawan Soerjo dan Konsorsium lokalnya hanyalah boneka catur kecil yang kami beri sedikit remah-remah teknologi purba ini. Mereka terlalu bodoh dan serakah, mengira Kunci Tembaga cuma alat kekuasaan politik dan uang. Padahal, dua obsidian ini—Emas dan Hitam—adalah dua belahan kunci pengendali Core Generator Atlantis Nusantara!"

BZZZZZZT-KRRRRAKH!

Vance mengepalkan tangan kirinya seketika. Intan Obsidian Hitam di jemarinya menyalak dahsyat! Pancaran gelombang plasma berwarna ungu kelam meledak membelah udara katedral, meluncur lurus menghantam dada Arka dengan kecepatan supersonik yang membunuh!

VRRRRRR-BOOOOOOM!

Arka menyilangkan kedua tangannya refleks! Kunci Tembaga di lengan kirinya meledak memancarkan perisai gelombang magnetik emas berbentuk kepala serigala purba. Benturan dua gelombang energi sakral itu memicu dentuman dahsyat yang menggetarkan seluruh lantai katedral bawah tanah, memuntahkan percikan api keunguan dan kilatan emas menyilaukan ke segala arah!

DDUUUUUMMM!

Lihat selengkapnya