Siaran Khusus Kamar 304

kholid alamsyah
Chapter #45

BENTENG ABADI NUSANTARA

Cahaya keemasan fajar perlahan terbit membelah ufuk timur Palung Banda, memancarkan pijar kehangatan yang memukau di atas permukaan samudra luas yang kini kembali tenang, jernih, dan damai.

Di atas geladak utama KM Samudra Nusantara, Arka melangkah keluar dari kompartemen dekompresi air laut. Tubuhnya dibalut pakaian santai sederhana, dengan luka-luka memar pertempuran sengit di dasar palung yang perlahan memudar disembuhkan oleh aliran energi hangat Kunci Tembaga. Di lengan kirinya, tato kuno kepala serigala dan guratan kristal pirus kini melingkar dalam simetri keemasan yang begitu sempurna—menjelma menjadi segel penyeimbang alam yang hidup dan abadi.

Sarah berdiri tegak di tepi pagar geladak, membiarkan angin laut pagi membelai rambut hitamnya. Ketika mendengar langkah kaki Arka mendekat, perempuan itu menoleh. Senyum lega yang paling tulus dan hangat terkembang indah di wajah cantiknya.

"Gue rasa... ancaman gelombang megathrust yang sempat menakutkan seluruh ilmuwan dunia resmi dibatalkan pagi ini," ujar Sarah lembut seraya menyerahkan segelas teh manis hangat kepada Arka.

Arka menyambut gelas itu, menghirup aroma harumnya seraya mengukir senyum tipis di bibirnya. "Bukan cuma dibatalkan, Sarah. Core Generator di dasar Palung Banda sekarang bertindak sebagai stabilisator tektonik alami. Sinyal pirus dari inti kristal pusaka itu secara konstan akan meredam gesekan lempeng bumi di sepanjang jalur cincin api Nusantara."

Lihat selengkapnya