BOOOOOOM-FLARE!
Lord Valerius menghentakkan Tombak Aegis ke pelataran baja kapal induk selam. Gelombang radiasi merah membara meledak seketika, mengoyak air laut di kedalaman sebelas ribu meter hingga menciptakan pusaran gelembung termal bertekanan luar biasa!
SRAAAAGH!
Dalam hitungan milidetik, Valerius meluncur bagai bayangan emas kemerahan, menyabetkan mata tombak energi purba itu tepat ke arah leher Arka!
Arka menggeser posisinya secara presisi. Tangan kirinya yang diliputi aura Serigala Pirus menangkis bilah tombak Valerius! Benturan dua daya raksasa itu memicu dentuman gelombang hidro-sonik yang meretakkan struktur baja Aegis Leviathan Prime hingga bergetar hebat.
KRRRRAKH-BZZZZT!
"Kekuatan Kunci Tembaga yang kau banggakan itu hanyalah sisa-sisa reruntuhan masa lalu, Arka!" raung Valerius dari balik helm emasnya. "Aegis telah menyempurnakannya dengan teknologi mutakhir! Kami adalah penguasa tatanan baru!"
Valerius memutar tombaknya, menembakkan tiga beruntun laser plasma merah bertekanan tinggi dari jarak dekat. Arka tidak mundur sedikit pun. Ia melompat berputar di udara air, membiarkan perisai Pirus di lengannya membiaskan seluruh serangan Valerius menjadi percikan cahaya tak berbahaya.
Di dalam kesadaran Arka, denyut Pasak Ketiga yang terperangkap di dalam tombak Valerius merintih kesakitan. Batu pusaka Pasifik itu menolak terkontaminasi oleh energi raksasa Aegis.