Siaran Khusus Kamar 304

kholid alamsyah
Chapter #51

RESONANSI DENGUNG DUA DUNIA

BAB 51: RESONANSI DENGUNG DUA DUNIA

BOOOOOOM-BRRRRRR!

Dua monster baja raksasa Cryo-Colossus melangkah maju serentak, menggetarkan seluruh permukaan katedral es abadi. Setiap pijakan kaki robot setinggi lima belas meter itu menciptakan retakan mikro di atas lantai kristal, memuntahkan uap pembeku yang langsung mengubah kelembapan udara di sekitarnya menjadi pecahan jarum es tajam.

Di atas platform kendali utama, Jenderal Vespera melipat kedua tangannya di dada seraya tersenyum culas. "Hancurkan dia sampai tak tersisa! Biarkan jasadnya membeku menjadi patung di dasar Antartika ini!"

WHSSSH-WHSSSH!

Robot Cryo-Colossus sebelah kiri mengangkat lengan meriam ganda berukuran raksasa. Tanpa jeda, semburan sinar laser Absolute Zero berwarna biru pekat meluncur deras menghantam posisi Arka! Sinar pembeku itu memiliki suhu terendah yang pernah diciptakan oleh rekayasa manusia—minus dua ratus tujuh puluh derajat Celsius—cukup untuk menghentikan pergerakan molekul atom dalam hitungan sepersekian detik.

VRRRRRR-CRASH!

Arka tidak membiarkan dirinya menjadi sasaran empuk. Dengan kelincahan yang diperkuat oleh dorongan pendorong magnetik di kakinya, ia melompat melingkar ke udara air katedral, melintasi pilar-pilar es raksasa yang menggantung di langit-langit. Sinar laser pembeku musuh menghantam dinding katedral tepat di belakang tempat berdiri Arka sebelumnya, membekukan area seluas lima puluh meter persegi menjadi kristal padat yang sangat rapuh.

BZZZZT-CRACKLE!

"Arka! Hati-hati!" jerit suara Sarah yang berderit nyaring menembus earpiece komunikator taktis Arka, bersaing tegang dengan suara desis pendingin kapal. "Sistem pemindai KM Samudra Nusantara II merekam peningkatan kerapatan molekul pada zirah Cryo-Colossus! Armor mereka dilapisi oleh campuran baja titanium dan lapisan kristal es purba yang disedot langsung dari Pasak Keempat! Senjata fisik biasa atau serangan termal standar tidak akan sanggup menembus pertahanan mereka!"

"Gue nggak berniat pakai cara biasa, Sarah!" balas Arka mantap dari udara.

Arka menyilangkan kedua tangannya di dada saat tubuhnya melayang turun. Tato Serigala Pirus di lengan kirinya meraung hebat, memancarkan pendar pirus keemasan yang kian pekat. Di dalam sanubarinya, Arka tidak hanya memanggil daya Kunci Tembaga, melainkan membuka ruang kesadarannya untuk menyambungkan resonansi dengan tiga Pasak Cincin Api yang telah ia amankan sebelumnya—Palung Banda, Candi Laut Jawa, dan Palung Mariana.

BZZZZZZT-VMMMMM!

Garis-garis cahaya keemasan melompat keluar dari pori-pori kulit Arka, membentuk empat simpul lingkaran aura sakral di sekeliling tubuhnya. Gelombang resonansi Empat Pasak tercipta secara spontan, memancarkan nada dengung frekuensi purba yang menggetarkan seluruh katedral es!

"Apa-apaan frekuensi ini?!" seru Jenderal Vespera kaget, matanya membelalak menatap instrumen indikator energi pada tongkat kendalinya yang mendadak melonjak melampaui ambang batas maksimum. "Sistem tidak bisa memetakan jenis gelombang ini! Bagaimana mungkin seorang manusia biasa mampu menjadi penampung bagi empat titik energi planet sekaligus?!"

BOOOM!

Robot Cryo-Colossus sebelah kanan mengayunkan gada baja bermata kristal beku, mencoba memukul hancur Arka di udara!

"Karena bumi ini tidak pernah diciptakan untuk dikuasai oleh orang-orang serakah seperti lu!" bentak Arka lurus.

SRAAAAAGH-THUMP!

Arka menembus ayunan gada raksasa tersebut tanpa bergeser sedikit pun! Dengan kecepatan supersonik, Arka mendarat keras tepat di atas dada robot Cryo-Colossus sebelah kanan. Tangan kirinya yang telah berubah menjadi cakar energi Serigala Pirus menghantam langsung ke dalam poros generator kristal di dalam dada robot tersebut!

BOOOOOOM-FLASH!

Ledakan gelombang termal pirus murni meletup hebat dari dalam dada robot raksasa itu! Api pirus keemasan merambat cepat melahap seluruh alur kelistrikan dan sistem hidrostatik robot, membakar lapisan es purba pelindungnya dari dalam. Dalam hitungan detik, robot Cryo-Colossus pertama roboh bertumpuk menjadi puing-puing baja membara yang meleleh di atas lantai katedral!

Robot Cryo-Colossus kedua panik dan berusaha menembakkan seluruh cadangan roket kryo-plasma dari bahunya. Namun Arka telah meluncur bagai komet keemasan, menghantamkan tendangan putar bergelombang kejutan magnetik yang memenggal kepala robot kedua hingga hancur berkeping-keping!

Lihat selengkapnya