Kami punya satu meja bundar legendaris yang selalu kami gunakan untuk makan sambil berbincang hangat, entah berbincang masalah sekolah, teman, lingkungan, dan pekerjaan baba. Aku memanggil bapakku dengan sebutan baba, katanya sih biar lucu, sedangkan aku memanggil ibuku dengan sebutan bubu. Meja makan bundar ini sudah ada sebelum bang Arthur lahir, jadi bisa dibilang si bundar ini anak pertama baba dan bubu, dulu bubu juga bingung saat baba membeli meja ini, soalnya baba bilang kalau meja ini untuk diskusi, tapi kok ditaruh di dapur, kan agak aneh diskusi di dapur, yang ada nanti kesegrek lagi pas bubu masak sambal.
Meja ini namanya bundar, gak ada yang spesial sih, cuma karena bentuknya saja kami memanggilnya begitu. Namun lama-kelamaan bubu tau maksud baba membeli meja ini, tenyata agen-agen yang mau diajak diskusi ya kami semua anggota keluarga. Ku kira baba mau menjadi agen rahasia sungguhan, hehehe. Si bundar selalu menemani malam kita yang indah, memberikan tempat untuk kami menikmati masakan bubu yang nikmat dan mempersilahkan kami berlama-lama untuk saling bertukar cerita.
Dulu saat belum ada bundar, baba dan bubu makan di atas karpet di ruang makan, tapi saat usia penikahan mereka menginjak 1 tahun, baba akhirnya membuat keputusan untuk membeli meja makan bundar ini. Setiap makan pasti baba akan mengetuk meja dengan tangannya, itu tanda sidang dimulai, aku sih kurang paham kenapa baba kasih nama kegiatan malam kita jadi sidang meja bundar, supaya keren kali kaya para pahlawan kemerdekaan.
/////
Kenalkan namaku Bhina, kalau kata baba dan bubu itu singkatan dari bhineka tunggal ika kalau nama lengkapku sih Bhina Anna Humaira, mereka kasih nama itu biar aku jadi anak yang menghargai kesatuan dan persatuan tanpa pandang SARA. Lalu nama belakangku yakni Alghadri, kata baba itu nama belakang keluarganya, aku sih sempet protes kenapa gak nama baba saja sih yang dipakai untuk nama belakang keluarga kami, kan itu nama keluarga baba, sifatnya universal dan banyak sepupuku juga yang pakai nama itu.
Babaku itu orang Sumatra Barat tapi keturunan Arab, terus kalau bubu itu orang Rote, aku gak terlalu tahu letaknya secara pasti, tapi kata bubu, Rote itu ada di Indonesia Timur. Bubu sih gak punya marga kaya baba, tapi namanya tuh Humaira Gemilang, kata bubu, Gemilang itu nama kakeknya dan itu dijadikan nama bapaknya bubu juga ( kakekku ), makanya jadi terkesan seperti nama keluarga, padahal bukan.
Tapi aku selalu suka nama bubu ku, cantik sekali, manis, dan punya makna yang indah. Kalau nama legkap baba sih Yazid Hamid Alghadri. Tapi ada yang lebih unik dari nama saudara sulungku, nama dia terkesan seperti orang eropa, namanya tuh Arthur dan nama lengkapnya Arthur Gemilang Alghadri, jadi kaya nama bule saja. Sebetulnya nama adik laki-laki ku juga gak kalah unik, namanya Cammy, itu juga singkatan dari My Champion, cuma karena biar nama anak-anak mereka berurutan hurufnya makanya agak diubah katanya. Kalau nama lengkap Cammy sih Cammy Dahlan Alghadri.
Bubu dan baba adalah tipikal pasangan yang tidak segan untuk berbagi hal romantis, walaupun itu hal yang kecil, seperti baba yang selalu memberi satu tangkai bunga mawar merah kesukaan bubu, dan bubu juga suka membuatkan teh hangat dengan krimer terpisah, soalnya baba gak suka minum kopi, takut asam lambung. Terus bubu dan baba selalu bergandengan tangan kalau berpergian, tangannya gak pernah lepas setiap kali mereka berjalan, kecuali kalau mau makan, cuci tangan, atau bahkan ke WC. Kami bertiga yang melihatnya pun sangat senang dan jadi gak malu untuk saling mengungkapkan rasa sayang ke satu sama lain.
////
Hal yang aku suka dari baba adalah sifatnya yang sangat-amat sabar dengan kami semua, sedari kami kecil baba tidak pernah bermain tangan dengan kami, tidak pernah marah sambil membentak, juga tidak mendiami kami tanpa ada kejelasan ketika ia sedang marah, semua hal ia ucapkan dengan kata yang baik dan lembut, itulah sebenarnya fungsi dari si bundar, baba selalu mengajarkan kami untuk menyelesaikan segala permasalahn dan keributan di hari yang sama, tak ada yang boleh tidur dengan keadaan marah. Baba akan selalu memulai makan dengan menjadi wasit antar anggota keluarga, menyelesaikan semua masalah dengan penjelasan yang jujur, jelas, dan saling menghargai, barulah jika kami berdamai makan malam dimulai.
Selain itu juga, bundar menjadi tempat aku menceritakan banyak hal tentang temanku, sekolah, dan lingkungan tempat kami tinggal. Baba dan bubu adalah orang yang paling semangat kalau anak-anaknya berbicara, kalau bang Arthur sih lebih suka berbicara pas hidangan penutup di mulai, dan yang paling nyebelin tuh si Cammy ompong, gak mau kalah kalau cerita, suka menyelak, waktu kemarin saja kami bertengkar karena Cammy menyelak ceritaku, padahal itu cerita terbaik yang aku miliki.
" Sudah kakak " teriak Cammy. Bubu berusaha menenangkan Cammy yang mulai maju untuk menaiki meja makan, niatnya sih mau menutup mulutku, tapi kan dia anak kecil, jadi gak akan bisa karena kependekan.