Omong-omong soal momo si gemoy, dulunya momo itu kucing yang rentan dan juga kurus sekali, berbeda dengan momo yang sekarang. Aku dan bubu menemukannya saat kami jalan pulang sehabis membeli sayur dari warung bu Tun. Awalnya kami berbincang mengenai masa kecil bubu yang bisa bermain ke pantai setiap harinya, lalu ditengah perjalanan, bubu dan aku mendengar suara lemah seekor kucing, tapi kami tak tahu pasti di mana kucing itu berada, dan suaranya terdengar lemah sekali.
Kami mencari kesana kemari tapi tak menemukan di mana keberadaan si kucing, hingga tepat saat bubu berdiri di samping saluran got, bubu melihat ada anak kucing yang terus mengeong lemah, dia sangat rentan dan badannya juga basah, sepertinya terguyur hujan, karena pagi harinya ketika ingin pergi ke warung bu Tun jalanan terlihat lembab seperti terkena siraman air.
" Bhina, di sini rupanya sayang " panggil bubu dari seberang jalan. Aku yang semula ada di seberang tempat bubu berdiri memutuskan untuk menyebrang ke arah bubu.
" Wah, itu dia, kasihannya bu ". Aku memandangi anak kucing yang kira-kira usianya baru 3 bulan itu, aku melihatnya dengan wajah yang kasihan.
" Kita bawa dia pulang dulu ya, biar dikeringkan di sana " ucap bubu. Kami berdua bergegas pulang ke rumah. Sesampai di rumah bubu langsung memanggil bu Rene untuk dimintai tolong membawakan belanjaan yang ada ditangan bubu, setelahnya bubu pun bergegas mengambil handuk kecil kering yang akan digunakan untuk mengelap si kucing. Saat ini bubu masih sibuk dengan kegiatannya, lalu aku pun berinisiatif untuk menyiapkan tempat sementara bagi si kucing kecil, aku mencari-cari keranjang bekas dan kain bekas untuk dijadikan tempat beristirahat bagi si kucing.
" Anak kucing dari mana kak " tanya bu Rene yang masih ada di sebelah bubu.
Bubu menoleh ke arah bu Rene dan mulai menjelaskan kejadian barusan. " Kita ketemu anak kucing ini di selokan bu, kasihan dia meong-meong, suaranya kecil banget, sepertinya dia sudah lemas, telat sedikit bisa mati bu "
" Ya ampun, untungnya ketemu sama kakak, bisa dibawa pulang lebih cepat " ujar bu Rene. Saat aku datang, aku tak lagi melihat kehadiran bu Rene, dan rupanya Bu Rene sudah beranjak ke dapur untuk melanjutkan kegiatannya yang lain.
Saat aku sampai bubu masih setia di tempatnya, dan masih terus mengelap handuk kecil itu ke anak kucing yang ada dipelukannya, bubu memeluknya dengan penuh rasa sayang. " Bu " ucapku pada bubu. Bubu menengok ke arahku dan terukir senyum manisnya itu, kenapa bubu bisa tersenyum? sebab ia melihat aku yang membawakan tempat untuk anak kucing itu. Aku menemukan keranjang bekas buah jeruk yang sudah tak terpakai, lalu aku bersihkan terlebih dahulu sebelum aku pakai dan tak lupa ku letakkan kain di dalamnya.