Blurb
Semenjak Dimas meninggal akibat kecelakaan, rasanya tak ada lagi tempat yang benar-benar aman. Kami terus-menerus diteror oleh kejadian yang tak masuk akal.
Nada, sahabatku yang paling ceria, tiba-tiba berubah. Dia sering mematung kosong di kamarnya, menahan rasa sakit yang luar biasa. Kami sudah mencoba segala cara untuk mengobatinya, tapi tak ada satu pun yang berhasil. Semuanya terasa aneh dan tak masuk akal, ketika Nada muntah darah bercampur paku
Aku takut. Jika teror ini mengincar teman-temanku satu per satu, apakah giliran berikutnya adalah aku?