Sihir Kiriman Pacar

Uus Suryadin
Chapter #3

Chapter 3 Jatuh Cinta

Semakin Arya mengejar, Marlena semakin menjauh, Arya heran seperti ada yang di inginkan cepat di penuhi. Seperti anak kecil minta jajan, ingin segera di penuhi secepatnya. Marlena tidak ingin wajah cantik nya, hanya sebagai pemuas sesaat, diapun menguji nya sejauh mana perjuangan, dan setulus apa, sebagai bukti cinta padanya.


"Tinggi semampai, hidung bulat, kuliah dan kerja dikenal ulet, dan taat ibu nya, banyak teman kuliah menaksirnya, tetapi dia menutup hati" setelah dia gagal menikah dengan cinta pertama nya, saat lulus SMA.


Apakah dibalik kebaikan ramah dan tulus, seperti musang yang hanya loncat berganti pacaran, tetapi tidak tahu arah masa depan.


"Aku harus bisa mengatur permainan ini, jika tidak aku hanya sebagai makanan empuk untuk wanita kesekian nya"




"Marlena acuh tak acuh, dan Arya Wirahaguna semakin gundah dengan tingkah aneh nya"



"Bagaimana kerja dan kuliah nya hari ini, apakah menyenangkan?"



Arya selalu lebih dulu, menanyakan kabar. Mulai bangun tidur sampai malam, ada aja chat yang di kirimkan ke Marlena. Baru sehari tidak bertemu seperti kehilangan. Untuk mengobati kangen dia chat atau telepon.



"Baik, Lena jawab singat dan datar!"



"Abang tidak kerja.?"



"Kerja, ini mau berangkat!"



"Nanya tidak, kok kepedean" dia meletakan handphone di meja kasir.



Lena sedang menata tumpukan barang, yang baru di turunkan semalam dari mobil truk, satu persatu di tata barang, sesuai space dan jenisnya. Snack, kebutuhan pokok, beras, telur, minyak goreng. Peralatan mandi, detergen, shampo, sabun, pasta gigi dan sejenis nya.


Satu dua orang konsumen mulai datang, dan barang sudah di tata di rak dengan rapih. Dia kembali ke meja kasir. Minimarket baru, Pegawai nya hanya sedikit bergantian, ada shif malam dan siang, buka sampai jam dua belas malam, terletak di jalan kota, di lingkungan komplek.



Seperti lesu bang, tanya security kantor nya. CV gemilang residency. Saat Arya, memarkir mobil di depan kantornya.


Capek, acara pameran kemarin, karena pulang hampir pagi, biasa ada job tambahan, saya ke Serang lagi.


"Baguslah bang, cair terus."


Lumayan buat obat lelah, biar bergairah. Arya langkah nya menuju ruang kantor nya, bagian pemasaran.



"Satpam kembali ke pos jaga"



Di ruang kantor Arya menyalakan AC, harus ada pendingin baru bisa bekerja. Lalu membuka laptop melihat hasil pameran, jumlah pesanan rumah yang terjual. Ada delapan unit, yang sudah positif membeli, dan ada yang hanya tanya tanya seputar lokasi, desain, dan semacam nya.


Akhir tahun, penjualan property perumahan nya sesuai target yang di inginkan atasan nya, jika berhasil, dia akan mendapatkan bonus, selain gaji bulanan dari kantor nya.



"Dia akan menelpon Marlena, untuk pertemuan selanjutnya, tentang hubungan nya."

Lihat selengkapnya