Sihir Kiriman Pacar

Uus Suryadin
Chapter #5

Chapter 5 Kecewa

Karena terlalu posesif Arya seperti ingin di temani 24 jam. Chat dan telepon mulai sering di kirimkan ke Marlena. Seperti dirinya kosong jika tidak memberi dan mendapatkan kabar dari Lena.


"Diapun mulai, agak jijik. Sesekali saja membalas chat nya!"



Rasa kecewa yang berat saat sudah tidak lagi menengok ke belakang, sudah menghiraukan, sudah tidak peduli, apapun penyebab nya, memilih diam pergi dan tidak melihat luka.


Menyimpan rapat, menjaga sekat, agar tidak terulang lagi, tidak mau terperosok ke lubang yang sama. Marlena memilih pulih pelan pelan, daripada mengobati luka makin dalam.


Perlahan Marlena menjaga batasan, memperlambat menjawab chat balasan, sesekali saja, di balas. Di benak nya ada se tetes harapan, secuil impian, dari sosok Arya, jika kesempatan ini di abaikan, dan terus terulang membohonginya, peluang meraih hati nya, tidak akan di dapatkan.


Terlalu murah diberikan kepada binatang jalang, hanya karena mimpi untuk memilki rumah idaman. Memberikan lekuk tubuh, untuk di cicipi sebelum waktunya, itu menurunkan nilai harga diri seorang wanita.


"Marlena masih waras, pikiran nya masih jernih."


Marlena lemas, memakai Make up sisa beberapa botol, bercermin di depan lemari nya, menuju kampus. Ibunya memperhatikan dari dapur, sedang membuat sarapan. Iba anak sulungnya belum mendapatkan jodoh.



"Lena, berangkat ya Bu." Dia mencium tangan ibu nya yang sudah keriput!



Biasanya sama teman, di jemput memakai motor.



"Mungkin dia tidak masuk kuliah Bu."



"Ya sudah, hati hati."



Suara pintu depan berderit, Marlena berangkat ke kampus pagi itu.


Bagaimana acara pameran kemarin, kamu sudah dapat rumah yang ideal, kapan membeli rumah nya?


Salsa, teman kampus juga kerja. Yang memberikan informasi melalui brosur kepada Marlena.

Lihat selengkapnya