Sihir Kiriman Pacar

Uus Suryadin
Chapter #6

Chapter 6 Terbuai


Saya chat atau tidak ya, dia bingung. Takut nya langsung datang dia marah lagi, sambil melihat handphone nya. Dia bolak balik masuk rumah, buka pintu, mau berangkat seperti kebingungan.


"Ya sudah lah, saya chat saja!" Setelah datang ke rumah nya, dari minimarket.


Arya mau memberikan surprise, berupa hadiah lagi, dan di berikan saat ulang tahun, yang akan membuat Marlena meleleh bola mata nya, sejak keluar dari perut ibu nya, belum ada satu orang yang mengucapkan selamat ulang tahun, apalagi merayakan nya.


"Hari ini hari dimana keberadaan mu di hargai oleh seseorang yang belum tentu engkau dapatkan Dek. Bagaimana kalau kita ke kafe, setelah itu kita ke pantai, mumpung liburan."



"Kok Abang tahu, hari lahirku sih?"



"Marlena menjawab chat nya, singkat." Marlena tidak ingin diketahuinya. Tanpa sepengetahuan nya.


"Kamu tidak izin Bang."


Marlena wajahnya memerah auranya, seperti mau marah, sambil membolak balikan handphone di tangan nya.


"Kamu tahu darimana sih, kamu peramal ya, jangan jangan Abang anak dukun?"


Marlena terus mencecar dengan amarahnya.


"Sudah saya mau pulang lagi!" Marlena agak menjauh beberapa langkah pergi dari depan kafe.


"Tunggu sayang, dengarkan dulu. Aku jelaskan!" Arya membujuk nya.


Ini pesanan nya, pelayan kafe membawa dua gelas jus jeruk. Pesan dua ya, ucap pelayan senyum.


Iya iya Mas. Terima kasih.


Beberapa orang melihat mereka, seperti ada keributan dua pasangan baru di kafe.


Marlena kembali ke tempat duduk, mendekati Arya lagi, pikiran nya berubah, tidak tega dengan dua gelas jus yang sudah di pesan nya.


Arya Wirahaguna, membuka pintu depan mobil nya, mengambil kado. Yang akan di berikan sebagai hadiah ulang tahun Marlena.


Katanya habis gajian, mau mengajak saya untuk melihat perumahan. Jangan hanya janji, Bang.

Lihat selengkapnya