Sihir Kiriman Pacar

Uus Suryadin
Chapter #8

Chapter 8 Asmara

"Sebentar tunggu saja di dalam mobil, mau ke ATM, tarik tunai. Uang ku habis." Arya turun mengambil uang, dan Lena duduk menunggu di dalam mobil nya.


"Sampai sini saja Bang, sudah berhenti!"



"Beneran, tidak takut?"



"Abang ada satu hari lagi libur, Adek ada waktu kita ke bioskop?"


Ya gimana nanti saja, Bang.


Marlena takut ketahuan kalau sama Arya Wirahaguna. Dia tidak sampai kontrakan di antar, hanya di jalan raya. Marlena buru buru, khawatir ibu nya sakit parah.



Koko mendatangi rumah Marlena. Khawatir tengah malam, mendatangi rumah kontrakan nya, mencari anak nya, belum datang. Salsa teman nya tidak aktif handphone nya. Mereka berdiri di depan kontrakan nya, menunggu Lena.



"Itu dia sudah datang. Sudah saya pulang Bu, Bang Koko pamit!"



Sebelum berangkat ke bioskop, Marlena ingin tahu penghasilan gaji nya, dia yang balik merayu, agar Arya memberitahukan gaji nya. Kesempatan, baginya mencari tahu isi rekening nya. Punya mobil, selalu poya poya, seperti tidak berpikir untuk masa depan nya. Di usia dewasa harusnya membangun karir, menabung, dan membangun aset. Ini di habiskan dengan bermain.



"Malam sayang, semoga bahagia dan selalu sehat?"



"Apakah sudah siap, aku sudah boking ticket untuk nonton di bioskop malam ini!"



"Ibuku masih sakit Bang!"


Marlena pura pura. Padahal ibu nya sudah sembuh cuma sakit demam biasa. Dia sengaja agar Arya, membujuk dan akan menanyakan keuangan nya.



"Emang sakitnya parah banget, apa tidak berobat?"



Tidak hanya sakit ringan. Sudah mulai membaik kok. Sudah mau makan dan aktivitas seperti biasa lagi.



"Jemput dong!"



Siap.


Lihat selengkapnya