Sihir Kiriman Pacar

Uus Suryadin
Chapter #11

Chapter 11 Berpaling

Sepulang kuliah masih ada waktu untuk persiapan kerja lagi hari Senin, hari itu setelah masak dan mencuci Lena mendatangi rumah Bang Koko, kebetulan hari itu, kata adiknya Lina, dia ada di rumah, hari Minggu memang sering libur daripada masuk kerja.


Saya punya alasan, pura pura cari kerjaan lah siapa tahu ada lowongan di kantor Bang Arya. Marlena baru kepikiran saat naik angkot pulang dari kampus. Dengan begitu saya tidak ketahuan kalau punya hubungan sama Arya.


"Bang Koko, apakah di kantor tempat Abang ada lowongan kerja?"

"Buat siapa, Neng Lena kan kerja?"

"Buat adik saya Bang."


Ada juga butuh untuk kuli bangunan, untuk laki laki.


"Boleh Bang, pesan satu buat teman saya!"


Ya nanti saya ajukan. Kalau boleh, nanti ke rumah di kabarin.




Hubungan nya dengan Arya Wirahaguna sudah keruh, dirasakan nya sudah beda arah, janji tinggal janji, Arya seperti bukan untuk menetap menuju masa depan yang di harapkan Marlena, dia hanya singgah sesaat hanya untuk mengisi penat dan kekosongan saja.


Setelah acar reuni Marlena kembali menjalin hubungan baru dengan mantan masa lalu nya, saat SMA. Walaupun hanya lulus SMA dan menjadi kuli bangunan Lena melihat sosok Zenal lebih meyakinkan untuk masa depan nya, ketimbang Arya. Pembawaan dirinya yang lucu dan lugu, Marlena menjadikan Zenal sebagai peneduh dikala gundah.


Dia pun mencarikan pekerjaan ke kantor nya Arya agar kerjanya mendapatkan upah yang lebih besar, Zenal kerja harian di bangunan itupun jika ada yang membangun, kebetulan di tempat Arya kantor nya sedang ada proyek baru.



Watak aslinya tidak berubah humoris, yang membuat Lena ingin kembali mengulang kisah cinta dulu yang tertunda, oleh garis takdir. Jika Arya memberikan pekerjaan sama Zenal, itulah balas dendam manis nya yang di khianti nya.


Dia ingat pesan Salsa, dari Dosen sastranya, waktu itu. Bahwa lelaki jika berkhianat sekali akan ada langkah seribu kali untuk mengkhianati nya, karena rasa asin air laut, tidak semuanya dicicipi, seteguk saja sudah mewakili rasanya.


Peluang Arya untuk mendapatkan Marlena sudah tertutup. Walaupun dia bersujud untuk merayu nya, dengan rumah. Karena rumah itu, bukan untuk dia saja, bisa saja untuk masa depan mereka jika menikah nanti, sayang nya Arya tidak paham keinginan syarat yang di ajukan nya. Arya tidak bisa memahami keinginan Lena, karena salah nya sendiri yang mudah memberikan sesuatu, dengan mudah pada wanita yang di sukainya, diapun sering di manipulasi.


Pembangunan perumahan Permata Indah, besok sudah mulai star. Para tukang bangunan sudah siap bekerja di lahan baru itu. Dan Zenal di terima kerja, menggantikan tukang yang mengundurkan diri.


"Hallo Neng Lena, ada kabar baik nih. Teman mu suruh kerja besok." Ucap Bang Koko!


Saya tidak sempat ke rumah, lagi sibuk banyak tamu di kantor. Ini lewat telepon ya!


"Iya Bang. Siap. " Terima kasih!

Lihat selengkapnya