Sihir Kiriman Pacar

Uus Suryadin
Chapter #13

Chapter 13 Mendua

"Apakah kamu ragu, dengan ketulusan ku


Kamu sudah banyak saya berikan uang


Kamu tidak tahu diri


Dasar anak pengemis lu.


Dasar gembel lu"


Arya Wirahaguna mengirim chat diluar kendali, tidak terkontrol emosinya naik pitam. Karena tidak di hargai. Arya terlihat rahangnya mengeras, urat leher menonjol, dan tangan kiri di kepalkan, duduk di kursi nya, sedangkan tangan kanan nya, gemetar mengirim chat ke Marlena


Lihat saja pembalasanku, kamu tidak akan selamat, Arya masih mengirim chat, dengan ancaman. Belum berhenti marah nya, dia menelpon tetapi sudah lima kali, tidak terjawab.


"Nomor yang anda tuju sedang sibuk!"


Marlena terkejut dengan chat amarah Arya, selain agresif posesif juga tempramental. Lena melihat chat, yang mengiris hati nya, sedih campur marah, di hina nya. Handphone terus di baca nya, apakah akan di putuskan hubungan nya, atau membalas dengan cacian.


"Dret, pintu depan di buka. Adiknya Luna, pulang sekolah."


Ya Allah .... Teteh, dia lari mengejar setrika yang sudah berasap di baju hampir terbakar. Bau asap menyengat, jendela di buka semuanya.


"Ada apa, ibunya keluar dari dapur baru selesai masak?"


Ini teteh gegabah main handphone sambil nyetrika.


Tolong bereskan Dek, Lena masuk kamarnya membawa baju yang sudah selesai, sebagian di simpan lagi ke lemari.


"A kamu kerja tidak? Antar aku ke kampus!"


"Siap, bidadariku!"


Zenal jawab singkat.


Arya mencoba mendinginkan kepalanya walaupun ingin marah. Dia mengirimkan chat, untuk merayu Lena, agar bisa di ajak kembali untuk menjalin hubungan nya lagi. Hari dia lelah banget, setelah seharian menyebar promosi iklan perumahan muter muter, mengilingi Jalan gedung, dan toko toko, dan letih mendapat kan Lena dengan seorang lelaki. Dia mengambil es batu di dalam kulkas, meracik nya dengan serbuk nutrisari rasa mangga, untuk menyegarkan kepalanya yang pusing.


Dia mengambil handphone di dalam tas nya, baru sempat untuk menghubungi Lena kembali, di mulai mengetik chat kepada Marlena.



"Sayang, saya akhir akhir ini sibuk. Dan ada proyek baru, jika ada waktu nanti kita jalan untuk mencari rumah, ini janjiku padamu, berharap dikau sanggup untuk berjumpa"


Arya Wirahaguna tanpa bersalah seperti hilang kesadaran, beberapa hari yang lalu mengirim chat makian dan sekarang pujian.


Arya gundah setelah mengetahui kalau Lena sudah mendua, dengan Zaenal, janji nya yang dulu Lena belum merespon nya, chat nya belum di balas, chat nya belum di baca, boro boro di balasnya, sudah hampir setengah hari.


Setelah itu dia akan memberikan separuh gaji upah kepada Zenal. Jika yang bekerja sebagai kuli bangunan itu benar pacar baru Lena.


Sambil mengambil brosur iklan perumahan dia merapihkan sisa satu rim brosur itu untuk di sebar dia play lagu mendua, bibir nya menyanyi menghilangkan gundah nya, sambil menata brosur.


Ku tak habis pikir kurang ku dimana

Kau tega menduakan aku

Terdiam aku beku tanpa mu

Dimanakah letak hatimu


Reff


Kau putuskan tuk mendua

Padahal ku pilih kamu

Lihat selengkapnya