Sihir Kiriman Pacar

Hororgenre70
Chapter #15

Chapter 15 Pertengkaran

Pagi di komplek perumahan taman puri indah, belum benar-benar bangun. Langit masih menyisakan warna pucat, yang belum sepenuhnya menjadi biru, udara pagi terasa lembab. Sisa malam masih menggantung di atas atap, belum ada tanda tanda kehidupan bergerak, satu persatu lampu di rumah padam, orang-orang di komplek itu, masih sepi tidak ada suara apapun.


Tidak ada suara ayam

Tidak ada suara kendaraan

Tidak ada kehidupan


Fajar mulai menyingsing kan lengan dari kelopak awan, matahari mulai muncul, satu dua pedagang keliling, mulai datang yaitu sari roti setiap pagi, menyemangati untuk bangun. Keliling tiap gang.


Orang orang sudah melepaskan selimut tidur nya, matahari perlahan merangkak, berjalan mengikuti jadwal perputaran nya, dengan taat. Di komplek sudah terlihat, ada yang menyapu lantai, membersihkan halaman, memarkir kendaraan mulai aktivitas.


Ibu ibu komplek, yang biasa melanggan di tempat sayur, sudah memilah- milah kebutuhan dapurnya. Ada yang membeli bumbu sambal, ikan, juga sayuran.


"Mobil Pajero biru itu. Pernah ke rumah Bu Marfuah, tidak tahu mau ngapain?" Ucap Bu Tejo sambil mengambil cabe rawit dimasukan plastik.


Mungkin lagi bertamu, kali Bu. Timpal di samping nya membeli ikan tongkol.




Arya Wirahaguna masih belum move on, wajah Lena selalu terbayang, penampilan tomboy, justru membuat Arya semakin gila mencintai nya, dia mendatangi tempat kerja Lena, karena chat dan telepon tidak di balasnya, sengaja dia datang saat jam pulang Lena, dari minimarket.




Arya Wirahaguna mendatangi Marlena...



Bukan untuk berkencan


Bukan untuk memadu kasih


Bukan untuk bercumbu rayu


Zenal sudah membaik kesehatan nya, hanya pemulihan tangan nya masih belum seratus persen sembuh, tetapi sudah bisa memegang stang motor. Dia menjemput Lena siang itu. Sudah sepuluh menit, Zenal menunggu untuk pulang berdua, dia duduk di depan minimarket.


Tidak lama Arya datang ke tempat itu, dia mengintip dari kaca jendela mobil nya warna hitam, benar itu lelaki yang membonceng Lena dari sekolah, Arya mengangguk anggukan kepalanya, suhu badan nya naik, temperatur emosinya sudah meninggi, ingin menumpahkan amarah nya.


Di dalam mobil napasnya sudah tersengal, tangan nya di kepalkan. Wajahnya memerah, Zenal duduk di atas motor nya, Arya keluar menutup pintu depan nya, jalan menuju pintu minimarket.


Tanpa Tedeng Aling Aling, jauh dari basa basi, Arya menarik badan Zenal yang sedang duduk.


Brak,


Motornya jatuh berbarengan dengan dirinya. Zenal bangkit berdiri, diapun marah juga, orang tidak kenal memukulnya.


"Siapa Lu kampret?"


"Cebong selokan lu!"


Adu mulut, dan perkelahian tidak terhindarkan, keributan terjadi. Beberapa pembeli asik belanja, Marlena sibuk melayani konsumen.


Arya Wirahaguna menarik tangan kanan Zenal, dia berdiri miring, tangan kirinya tidak bisa untuk di gerakan ataupun menangkis, Arya menampar wajah nya.


"Plak...

Pukulan keras mendarat di pipi Zenal"


Arya Wirahaguna terus melancarkan serangan, dia memukul wajah Zenal.


Lihat selengkapnya