"Maafkan ibu ku, ya. Maklum dia pendidikan nya hanya lulus SD."
Marlena chat Zenal. Karena waktu ke rumah nya, ibunya menghiraukan.
"Oh itu, tidak masalah kok. Aku tulus memberikan hadiah, dan baru mampu itu yang aku berikan."
Zenal membalas chat Lena dengan hati riang, tidak kecewa apalagi sakit hati.
Sampai pagi lagi sayuran yang di beli nya masih tergeletak di meja, daun daun seledri sudah layu, Lena mengira sudah di masak ibu nya, Marlena kelelahan ketiduran sangat nyenyak. Setelah bangun, Diapun memasaknya.
Kalau saja tahu, A Zenal. Mungkin dia kecewa. Pemberian nya di abaikan. Lena melirih sambil mengiris daun daun seledri dan kol, warna sudah pucat, akan di masak sop di campuri bakso.
Bu Ria, sedang menghitung uang menatap layar laptop untuk penggajian yang akan di bagikan, gaji ke dua para kuli bangunan, dan sudah di setujui atasan nya.
Saya pulang dulu, ucap Pak Gemilang, suara sepatu atasan di kantor sudah menghilang, Arya memasuki ruang bendahara Ria.
Arya Ria dan pekerja lain nya masih di kantor. Arya mendatangi ruang kerja Ria, dia menyuruh potong gaji Zenal, dua kali lipat. Potongan gaji di bagi dua sama Arya dan Ria.
"Nanti kalau pak Gemilang protes bagaimana?"
Tidak apa apa Bu Ria, itu tanggung jawab saya.
Ria, masuk ruangannya. Mata Arya terpana melihat pakaian nya, rok pendek. Alisnya tebal. Dia terus menatap sampai Ria masuk ruangan nya.
Sebenarnya Arya mengajukan Zenal untuk di berhentikan menjadi tukang, alasannya kerjanya lambat, tidak cekatan, dan sering lalai, tetapi atasannya tidak terima usulan jahat nya, akhirnya dia memangkas gaji Zenal, berbeda dengan pekerja yang lain.
Arya seperti cinta mati dan cemburu buta sama Marlena. Dia belum puas, walaupun sudah memukul nya, saat di minimarket.
Arya Wirahaguna depresi, setiap malam sering mendatangi rumah Satpam teman kerja nya, untuk mengisi kehampaan. Dia membawakan makanan, dan memberikan uang, untuk di dengarkan keluh kesah nya.
Jangan bosan kemari ya Pak. Ucap Koko Satpam kantor nya. Setelah itu memberikan amplop, Koko merasa senang setiap dia ke rumahnya, lumayan dapat uang tambahan, karena gaji Satpam pas pasan.
Malam itu Arya Wirahaguna datang lagi menemui Satpam, kali ini ingin belajar tentang ilmu hitam, yang dulu Bang Koko, pernah punya ilmu tidak mempan di bacok, sebagai mantan preman pasar, tahu betul seluk beluk perdukunan, setelah pulang dari kantor nya.
Pengerjaan pembangunan sudah berjalan empat Minggu, sudah satu bulan. Karena banyak pekerja nya, bangunan cepat mau selesai. Zenal hanya kerja dua Minggu, gajian di berikan seminggu sekali. Diapun hanya bekerja dua Minggu. Hanya menerima gaji Minggu ke dua.
Arya Wirahaguna sudah menghasut bagian keuangan, yaitu Ria. Dan gaji sudah di atur dan transfer ke Mandor, besok Zenal menerima gaji dengan pekerja semuanya.
Setelah sembuh total, Zenal bekerja seminggu full. Dia bahagia besok menerima gajinya, dan keuangan nya lagi habis, diapun pagi sekali sesuai intruksi, jam tujuh sudah di lokasi perumahan itu.