Sihir Kiriman Pacar

Uus Suryadin
Chapter #17

Chapter 17 Pelet

Orang seperti ini, yang ibuku suka. Padahal untuk membelikan rumah saja banyak alasan. Kalau memang cinta, dia mampu untuk membuktikan. Bukan hanya janji janji, sepanjang perjalanan di mobil Marlena membatin.


Tidak ada percakapan


Tidak ada pertanyaan


Tidak ada lirikan, seperti awal berkenalan.


Hanya suara deru mesin mobil mengalun, bola bundar hitam karet itu mecicipi setiap hamparan aspal, sepanjang jalan.


Di dalam mobilnya, hanya suara musik melow berjudul Korbanmu, di play sama Arya. Sudah sampai, di lokasi perumahan nya. Tidak setengah jam, hanya sepuluh menitan, mereka pulang.


Marlena tidak minat dengan model rumah begitu, walaupun baru. Ragu takutnya Arya hanya menjebak, bukan tulus memberikan rumah cuma cuma, di rumah itu ada ruangan khusus, yang di rahasiakan seperti untuk menimbun orang, menjadi mayat. Marlena tahu itu proyek yang di kerjakan Zenal. Zenal sudah memberitahu perihal perangkap, entah apa maksud nya, tetapi sangat membahayakan.


Ujug ujug, tanpa penjelasan mengajak melihat rumah, tidak menanyakan tipe rumah dan model yang di inginkan Marlena.


"Bagaimana rumah baru itu, kamu tertarik?"


"Kalaupun sekarang lu, memberikan kunci nya, akan gue terima, lalu akan gue lemparkan!"


"Kurang ajar nih, keterlaluan. Pantas diberikan pelajaran." Arya Wirahaguna sambil menoleh ke kanan melihat spion.


"Sudah turun disini!"


Masih jauh, antarkan gue sampai rumah.


Saya ada kerjaan, harus kembali ke kantor lagi. Di tunggu atasan.


"Itu urusan lu, gue tidak mau tahu!"


Marlena masih duduk, dia lupa membawa uang. Dompet nya ketinggalan.


Sudah turun, sudah gratis naik mobil. Di kasih hati minta jantung.


Saya harus naik angkot, lupa bawa uang. Dia masih di dalam, Arya mengambil uang dari kantong celana nya.


Turun kismin, sambil melemparkan uang ke wajah Lena.


Bruk, pintu mobilnya di banting dengan keras.


Harusnya dia masuk kantor, tetapi dia malah pulang, lebih mempersiapkan untuk mendatangi guru cinta nya, di lembah gunung Buled. Terletak di pesisir selatan Jawa Barat.



Setelah persiapan lahir batin. Arya nekad, biaya sudah di siapkan, uang tabungan lima ratus juta tersisa tiga ratus juta lagi, perkiraan cukup untuk biaya membayar Dukun, dan uang pelicin Koko yang memberikan informasi nya, tentang ilmu itu.


Sudah lima wanita di pacarin tidak satu pun, bisa luluh hatinya, terakhir sebelum dengan Marlena, dia hampir menikahi wanita pekerja kantor, sama sama Desainer di penerbitan buku umum. Menjalin cinta dengan mantan nya itu, sekitar sepuluh tahun, sudah tunangan. Arya membeli kucing dalam karung, pacarnya kabur tak tahu rimba nya. Setelah menghabiskan aset mobil nya.


Dan baru lima tahun menjadi kontraktor bagian Desain di properti perumahan, dia menjalin asmara baru nya, dengan Marlena. Itu pun masih teka teki, penuh misterius, hubungan nya. Bahkan nyaris menyerah putus asa.


"Cinta di tolak dukun bertindak!"


Lihat selengkapnya