Sihir Kiriman Pacar

Uus Suryadin
Chapter #18

Chapter 18 Sihir

Setelah dari guru cinta nya, Mbah Petot. Arya masuk kantor lagi, dan akan menyampaikan urusan gaji Zenal, kalau dia tidak jadi menipu Zenal. Dan itu terlambat, Penipuan gaji pertama terungkap ke atasan, saat rapat. Saat dia tidak masuk kerja.


"Bagaimana sikap atasanya pada Arya, nanti?"


Arya Wirahaguna prustasi sudah jatuh tertimpa tangga pula, besok akan bertemu dengan atasan nya. Dan kemungkinan mendapatkan ancaman pemecatan di saat keuangan nya sedang sulit. Ria adalah mantan adik pacar nya, yang pernah dia pacari dan di khianati. Kini bertemu di kantor tempat bekerja, awalnya baik baik saja, ada celah untuk menghancurkan nya, Ria pun membalasnya.


"Pengasihan pelet, setelah Maghrib dilancarkan. Sesuai arahan Mbah Petot."


Pengasihan Pelet lewat handphone, Marlena sudah menemukan kekasih hati yang di idamkan. Arya masih marah, karena di putusin lewat chat, merasa harga dirinya di injak. Diapun akan mencari cara lain, yaitu pelet agar Lena bisa kembali.



Dukun kaya, pasien bangkrut. Dukun bernyanyi dapat uang, pelanggan musnah. Seperti dalam lagu.


"Ada Mbah dukun, sedang mengobati pasien nya"


Satu persatu aset Arya menghilang. Tabungan nya sudah menipis. Saat cek saldo tersisa seratus lima puluh juta, sudah habis setengah nya. Bayar Dukun, Satpam Koko, juga biaya bensin, dan belanja bulanan. Mobilnya nya pun tukar tambah, menjadi Avanza bekas.



"Hari itu, dia masuk kantornya lagi, mulai bekerja kembali."



Pak Arya, panggil atasanya Gemilang dari ruang sebelah.



Belum datang, Pak. Jawab Ria, yang ruangan nya berdekatan.



Truk truk truk....




Suara sepatu terdengar, memantul ke lantai. Arya Wirahaguna sudah sampai, baru masuk ruangan kantor CV gemilang Residance. Baru saja meletakan tas nya, atasannya sudah memanggil.


Pak Arya ini bagaimana ya, sudah lima tahun saya percaya, malah berlaku tidak baik. Bukan nya saya sudah memberikan peringatan keras, jika banyak melanggar kode etik dan etika perusahaan anda akan terkena akibatnya. Saya bisa saja, memberhentikan anda hari ini, tetapi saya masih kasih kesempatan kedua kalinya, karena perumahan baru sudah selesai, dan perlu untuk ikut andil, untuk memasarkan.


Silakan kembali ke ruangan. Gemilang Jaya memrintah nya.


Arya Wirahaguna tidak menjawab apapun, dia menunduk langsung masuk ruangan nya, bekerja seperti biasa.


"Ini kok bisa bocor, siapa lagi kalau bukan Ria. Lena tidak mungkin. Arya, sambil membuka laptop nya, siang itu."


Mobil di parkir sembarangan tidak masuk garasinya. Di parkir depan rumah, jalan pengendara tetangga kompleknya. Dia buru buru masuk rumah, sekitar tiga puluh menit lagi, akan menjalankan ritual pelet nya, pulsa internet sudah di belinya untuk sebulan.


Dia pulang lebih cepat, setelah atasan nya juga pulang.


Para tetangga komplek nya melihat kaca mobilnya aneh ada tulisan:


Lihat selengkapnya